Pengamat politik Adi Prayitno meyakini bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan meninggalkan luka kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Jokowi, lanjut Adi, tidak mungkin memilih dan mendukung calon presiden (capres) selain Ganjar Pranowo yang telah ditetapkan oleh PDIP.
"Saya katakan enggak mungkin Jokowi itu akan ke mana-mana, enggak mungkin Jokowi itu mendukung kader partai lain di luar PDIP," kata Adi dalam keterangannya dikutip Liberte Suara, Selasa (4/7/2023).
Adi tidak juga menampik bahwa banyak suara yang mengaitkan Jokowi memberikan dukungan terhadap capres lain di luar PDIP salah satunya Prabowo Subianto.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia mengaitkan hal tersebut dengan hubungan antara Jokowi dan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri yang kerap disebut "panas-dingin".
"Itu dimulai gara-gara Jokowi itu terlampau kelihatan memberikan endorsement terbuka kepada Ganjar Pranowo ketimbang Puan Maharani," tuturnya.
Adi melanjutkan, ketika hubungan Jokowi dengan Megawati membaik artinya tidak mungkin Presiden ke-7 RI itu mengutarakan dukungan kepada kader lain di luar PDIP.
Oleh karena itu, Jokowi pasti ingin mendapatkan legacy yang mantap setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden.
Terutama setelah Jokowi memperoleh tujuh kali kemenangan dalam kontestasi politik mulai dari wali kota, gubernur, dan presiden, serta kemenangan anak dan menantunya sebagai pemimpin kota.
Baca Juga: Soal Politik Identitas, Loyalis Anies Tegaskan Tak Ada yang Salah, Kecuali...
"Pak Jokowi ingin dapat legacy yang mantap, tujuh kali kemenangan gitu ya, dan tanpa luka, ya tentu saja memang tidak ada pilihan lain dukungan politiknya hanya kepada Ganjar," terang Adi.
"Kalau ingin meninggalkan luka Pak Jokowi bisa mendukung siapa pun," tegas Adi.