Pengamat politik Adi Prayitno mengatakan bahwa masyarakat telah memberi penilaian pada pertemuan calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan di Arab Saudi.
Menurut Adi, pertemuan antara dua capres tersebut di mata masyarakat hanya menampilkan kebersamaan yang palsu.
"Buktinya apa, di medsos itu lihat saja komen-komennya itu kebersamaan palsu kok," kata Adi dalam keterangannya dikutip Liberte Suara, Selasa (4/7/2023).
Masyarakat, lanjut Adi, telah cerdas untuk menilai para kandidat capres yang akan berkompetisi di pemilihan presiden (pilpres) 2024 melalui media sosial.
"Postingan yang berbeda antara Anies dan Ganjar itu jelas kok komen-komennya bagaimana afiliasi dan kemudian portofolio politik yang coba untuk dimunculkan oleh masing-masing pendukungnya jadi melihat capres itu bukan hanya capres sebagai aktor tetapi amplifikasi dari setiap calon," terang Adi.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia meyakini bahwa itu hanya sebatas atribut demokrasi tetapi bukan menjadi sebuah bukti persaingan.
"Buat atribut demokrasi oke, tapi untuk persaingan secara politik enggak sampai," pungkasnya.