- Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan menggantikan Thomas Djiwandono pada Jumat, 6 Februari 2026.
- Juda Agung akan melanjutkan tugas Thomas Djiwandono pada sektor finansial dan urusan internasional di Kementerian Keuangan.
- Perpindahan ini diharapkan menciptakan sinergi fiskal dan moneter sesuai arahan Presiden demi pertumbuhan ekonomi nasional.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan tugas Juda Agung yang resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) baru pengganti Thomas Djiwandono.
Menkeu Purbaya berkelakar kalau dirinya juga nyaman didampingi Juda sebagai petinggi Kemenkeu. Hal itu merespons pernyataan eks Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) saat pertama kali menceritakan kesannya dilantik sebagai Wamenkeu.
"Pertama saya juga nyaman dengan Pak Juda. Masa enggak nyaman? Nanti siang makan gratis lagi," kata Purbaya saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jumat (6/2/2026).
Purbaya lalu mengungkapkan kalau Juda Agung bakal melanjutkan tugas yang selama ini ditangani keponakan Presiden RI Prabowo Subianto itu, yakni sektor finansial dan internasional.
Bendahara Negara yakin kalau Juda bisa menangani sektor tersebut mengingat pengalamannya sebagai Deputi Gubernur BI sebelum mengundurkan diri.
"Saya pikir Pak Juda akan melanjutkan hal-hal yang ditangani oleh Pak Thomas, sektor finansial, internasional. Jadi harusnya sih dia sudah terbiasa dengan hal itu juga di Bank Sentral. Harusnya enggak ada masalah," jelas Purbaya.
![Wakil Menteri Keuangan Juda Agung saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (5/2/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/05/12770-wakil-menteri-keuangan-juda-agung.jpg)
Diketahui Juda Agung baru saja dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Ia bertukar posisi dengan Thomas Djiwandono yang sudah terpilih menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Wamenkeu Juda Agung mengakui kalau perpindahan jabatan dari Deputi Gubernur BI ke Wamenkeu adalah sesuatu yang baru baginya. Hanya saja ia sudah familiar dengan situasi di lingkungan Kemenkeu.
"Kalau melihat wajah-wajah dari Eselon I, Eselon II ini, yang wajah-wajah familiar bagi saya. Karena sejak saya mundur di Eselon III, Eselon IV itu, saya sudah sering koordinasi dengan kawan-kawan di Kementerian Keuangan. Bukan hal yang baru bagi saya," kata Juda di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Baca Juga: Siap-siap! Kejagung Bidik Mantan Bos BUMN Akal-akalan Usai Warning Keras Prabowo
Selain itu, Juda juga sering berdiskusi soal kebijakan fiskal dan moneter dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di mana lembaga itu beranggotakan Menteri Keuangan, Gubernur BI, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan.
"Jadi saya merasa nyaman lah untuk otoritas fiskal, Kementerian Keuangan," lanjutnya.
Juda menilai, perpindahannya dari BI Kemenkeu membuat koordinasi lebih sinergi antara fiskal dan moneter. Hal ini juga merupakan pesan dari Presiden demi mencapai pertumbuhan ekonomi.
"Dan ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden pada kami, pada saya, waktu saya bertemu dia, arahnya adalah bahwa fiskal moneter harus terkoordinasi, tersinergi dengan baik untuk mencapai target-target pertumbuhan dan tentu saja juga at the same time kita harus juga menjaga stabilitas makro ekonomi, termasuk sustainabilitas dari fiskal," jelasnya.