Ponpes Al Zaytun menyatakan bahwa pihaknya akan tetap menjalankan pola berjarak saat salat. Hal ini diucapkan langsung oleh pendiri dari ponpes tersebut, Panji Gumilang.
Dirinya mengatakan hal ini berkaca pada masa lalu hingga pandemi Covid-19. Pihaknya tak ingin kecolongan jika hal terjadi hal serupa di masa depan. Panji mencoba belajar dari masa lalu.
"Kami ini mendidik, yang kami didik ini ribuan, kena flu satu (orang) saja itu kita sayangkan," ungkapnya dalam wawancara dengan Youtube Cokro TV, dikutip Rabu (05/07/2023).
Meski mendapatkan kecaman, pihaknya tidak peduli selama hal ini sesuai ajaran agama. lagi pula hal ini menurutnya dilakukan demi kesehatan dari sejumlah individu di Al Zaytun.
Keputusan ini juga diambil setelah pihaknya melakukan ikhtiar terkait dengan kesiapan dan tindakan preventif jiga sewaktu-waktu terjadi kembali hal serupa macam pandemi dari Covid-19.
"Kami mendidik, kami berikhtiar, berhati-hati jangan sampai nanti ada virus-virus yang semacam itu datang ulang. Kami mempertahankan saja," tuturnya.
Sebelumnya Kasubag TU Kantor Kemenag Kabupaten Indramayu, Aan Fathul Anwar sudah buka suara terkait dengan saf jamaah yang dibuat berjarak di Al Zaytun. Ia mengatakan mereka mengambil dasar hukumnya dari Alquran Surat Al Mujadalah ayat 11.
Arti surat tersebut sendiri adalah: “Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, “Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.....’’.
‘’Saya juga kaget mereka menggunakan (dasar hukum) Surat Al Mujadalah ayat 11. Tapi mungkin tafsiran beliau seperti itu. Kita menghargai tafsiran beliau seperti itu terkait dengan jarak yang digunakan,'’ cetus Aan, Kamis (27/4/2023)