Dalam keterangan terbarunya, Mahfud tidak pernah mengatakan bahwa penyelidikan telah menemukan adanya unsur seksual, seperti yang dinarasikan dalam video yaitu mengenai transaksi prostitusi yang melibatkan santri.
Mahfud justru berkomentar mengenai Ponpes yang masih membuka pendaftaran untuk peserta didik pada tahun ini.
Melansir dari Suara.com, Mahfud MD tidak mempersoalkan hal yang berkaitan dengan terorisme tersebut. Sebab, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang harus dibina pemerintah.
Lebih lanjut, ia menegaskan masih ada aspek hukum pidana pada polemik Ponpes Al-Zaytun yang harus diselesaikan.
Karena ada aspek hukum pidana, tentu akan ditangani oleh Polri dan tidak akan diambangkan, tidak boleh ada satu perkara yang diambangkan.
Ditelusuri dari Google Image, thumbnail yang melihatkan Panji dan bawahannya ditangkap itu adalah hasil editan komputer atau rekayasa.
KESIMPULAN
Video ‘AL ZAYTUN TUTUP TOTAL, TINDAKAN TEGAS MAHFUD MD AKHIRI SEMUANYA’ yang diunggah akun youtube Kabar News memiliki konten yang menyesatkan atau hoax.