Beredar video berjudul ‘AL ZAYTUN TUTUP TOTAL, TINDAKAN TEGAS MAHFUD MD AKHIRI SEMUANYA’, yang diunggah oleh akun youtube Kabar News pada Jumat (30/06/23).
Narasi video itu mengarahkan penonton agar percaya bahwa di dalam Pondok Pesantren (Ponpes) Al Zaytun yang dipimpin Abdus Salam Panji Gumilang alias Panji Gumilang terdapat para kriminal hingga para teroris.
Narasi itu juga ditambah, bahwa Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia, Mahfud MD telah menutup pesantren itu selamanya.
Video ini pun didukung dengan gambar thumbnail seorang lelaki memakai pakaian tahanan berwarna orange yang wajahnya diedit mirip Panji Gumilang.
Di belakangnya nampak gerombolan lelaki berbaju sama yang nampak sebagai anak buahnya ikut digiring kepolisian.
Video itu pun disertai tulisan ‘MAHFUD TUTUP AL ZAYTUN, ADA TERORIS HINGGA KRIMINAL’
PENJELASAN
Pernyataan adanya kriminal dan teroris dalam Ponpes Al Zaytun sebenarnya tak pernah diutarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Indonesia, Mahfud MD.
Dalam keterangan terbarunya, Mahfud tidak pernah mengatakan bahwa penyelidikan telah menemukan adanya unsur seksual, seperti yang dinarasikan dalam video yaitu mengenai transaksi prostitusi yang melibatkan santri.
Mahfud justru berkomentar mengenai Ponpes yang masih membuka pendaftaran untuk peserta didik pada tahun ini.
Melansir dari Suara.com, Mahfud MD tidak mempersoalkan hal yang berkaitan dengan terorisme tersebut. Sebab, pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan yang harus dibina pemerintah.
Lebih lanjut, ia menegaskan masih ada aspek hukum pidana pada polemik Ponpes Al-Zaytun yang harus diselesaikan.
Karena ada aspek hukum pidana, tentu akan ditangani oleh Polri dan tidak akan diambangkan, tidak boleh ada satu perkara yang diambangkan.
Ditelusuri dari Google Image, thumbnail yang melihatkan Panji dan bawahannya ditangkap itu adalah hasil editan komputer atau rekayasa.
KESIMPULAN
Video ‘AL ZAYTUN TUTUP TOTAL, TINDAKAN TEGAS MAHFUD MD AKHIRI SEMUANYA’ yang diunggah akun youtube Kabar News memiliki konten yang menyesatkan atau hoax.