Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Guntur Romli menyoroti polemik saat ini soal kelayakan Jakarta International Stadium (JIS) yang akan dijadikan sebagai venue Piala Dunia U-17 di Indonesia.
Hal itu ditanggapi Guntur Romli melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Guntur Romli mengungkit saat JIS dipakai untuk Konser Dewa 19.
Adapun usai konser tersebut digelar di JIS, ada sejumlah penonton yang mengeluh. Bahkan, ada juga yang trauma karena lokasi konsernya.
"Enggak usah pake standar pertandingan FIFA, standar konser musik aja JIS sudah gak layak," ujar Guntur Romli dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @GunRomli, Sabtu (8/7).
Guntur Romli menilai bahwa rencana renovasi JIS saat ini merupakan langkah yang tepat.
Ia pun menyebut bahwa jikalau ada pihak yang tak terima bahkan menuding hal itu politis, Guntur Romli menduga kalau ada ketakutan terbongkarnya aroma korupsi dalam pembangunan JIS di era Anies Baswedan jadi Gubernur DKI Jakarta.
"Sudah tepat direnovasi. Kalau ada yang marah-marah mempolitisir, jangan-jangan mereka takut aroma korupsi pembangunan JIS terbongkar," tandasnya.
Diketahui bahwa keluhan para penonton Konser Dewa-19 terlihat dari balasan kicauan yang dibuat akun @adriansyahyasin. Ia membuat utas yang mengkritisi soal akses penonton menuju dan dari JIS.
"Menyelenggarakan acara besar di JIS ini bencana besar. 75.000 penonton bubaran dari stadion tanpa akses transportasi umum massal, tanpa parkir yang layak, bahkan tanpa akses trotoar yang layak," tulisnya.
"Keluar dari stadion langsung disambut jalan tak bertrotoar, akses bus shuttle yang enggak jelas. Buat apa stadion bagus tapi infra pendukungnya enggak ada sama sekali," tambahnya.
Sementara itu, JIS belakangan menuai polemik usai diwacanakan akan dijadikan sebagai venue Piala Dunia U-17 2023 karena JIS dianggap belum memenuhi standar FIFA.
Untuk diketahui, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono bersama Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dan Ketua Umum PSSI Erick Thohir meninjau sejumlah fasilitas di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, pada Selasa (4/7/2023).
Hal tersebut guna melihat kesiapan dan standardisasi stadion untuk berbagai perhelatan yang akan digelar, termasuk Piala Dunia U-17.
Berdasarkan tinjauan, ditemukan sejumlah catatan penting dan evaluasi yang akan segera ditindaklanjuti, salah satunya terkait akses dari dan menuju JIS.
Terkait hal tersebut, Erick Thohir mengatakan bahwa dirinya hanya ingin memastikan bahwa JIS memenuhi standar sebagai venue Piala Dunia U-17 2023, tidak ada niat lainnya.
"Nah, nawaitu, niat baik ini yang kita ingin memastikan JIS ini bisa menjadi bagian kualifikasi (venue Piala Dunia U-17)," jelas Erick di Jakarta pada Rabu (5/7/2023), dilansir dari detikNews.
"Ini bukan salah-salahan. Kita mau supaya ini lolos, termasuk stadion-stadion yang ada nanti di Jawa Barat, di Surabaya," tutupnya.