Politikus PDI Perjuangan (PDIP) Ruhut Sitompul menyoroti adanya klarifikasi dari Buro Happold yakni pihaknya bukan yang mendesain Jakarta International Stadium (JIS) jadi diskursus baru.
Adapun perusahaan konsultan desain asal Inggris itu menyebut proyek JIS tak sesuai dengan konsep desain orisinil.
Hal ini ditanggapi Ruhut Sitompul dalam akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Ruhut Sitompul mencecar pihak yang menurutnya punya kewenangan terkait persoalan tersebut.
Ruhut Sitompul menyerukan agar Kejaksaan Agung (Kejagung), pihak kepolisian, hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun tangan untuk memeriksa pembangunan JIS di era Anies Baswedan saat jadi Gubernur DKI Jakarta.
"Kejaksaan Agung, Polisi, KPK, ayo segera turun periksa itu pembangunan JIS," ujar Ruhut Sitompul dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @ruhutsitompul, Senin (10/7).
Lebih lanjut, Ruhut Sitompul mengatakan perihal bukti permulaan yang sudah banyak, sehingga tinggal dilakukannya peningkatan penyelidikan menjadi penyidikan.
"Bukti permulaan sudah banyak tinggal ditingkatkan saja dari Penyelidikan menjadi penyidikan. Biar kadrun-kadrun pe’ak sibotak tuyul Ancol tidak banyak bacot lagi membela ga’benar yang gagal total," tandasnya.
Sementara itu, Buro Happold sendiri diketahui sebagai salah satu pihak yang terlibat dalam pembangunan JIS. Dalam keterangan resminya, Buro Happold menjelaskan perannya dalam proyek tersebut.
"Pihak Jakarta Konsultindo (Jakkon) meminta Buro Happold untuk membuat panduan desain (design guidelines) serta memberikan jasa konsultasi, mulai Desember 2018 hingga Maret 2019," bunyi keterangan resmi tersebut, Minggu (9/7/2023).
"Selama masa pembuatan panduan itu, perusahaan memastikan agar desain seluruh aspek yang berkaitan dengan standar FIFA terpenuhi," bunyi kelanjutannya.
Lebih lanjut, dijelaskan pula bahwa JIS ternyata tak sesuai dengan konsep desain orisinil.
"Hasil tinjauan perusahaan mengidentifikasi beberapa aspek yang ternyata tidak sesuai dengan panduan konsep desain orisinal dari Buro Happold. Temuan ini telah disampaikan oleh Buro Happold dalam surat terpisah," tegas keterangan resmi tersebut.
Adapun JIS saat ini kerap jadi ramai diperbincangkan lantaran akan jadi salah satu kandidat venue ajang Piala Duni U-17 2023 di mana Indonesia menjadi tuan rumahnya.
JIS disebut tidak memenuhi lapangan standar FIFA. Perbincangan itu juga kerap dikaitkan dengan politik lantaran JIS dibangun di era Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Buro Happold diketahui sebagai salah satu pihak yang ikut terlibat dalam pembangunan JIS.
Terpisah, sebelumnya, Juru Bicara Capres Anies Baswedan, Surya Tjandra mengungkapkan bahwa selain mengikutsertakan pihak PT. JakPro dan dibangun sepenuhnya menggunakan tenaga kerja anak bangsa, pembangunan JIS dibantu konsultan Buro Happold yang juga membangun Tottenham Hotspurs Stadium, di Inggris.
Oleh karena itu pastinya desain JIS telah mengikuti standar dan FIFA Stadium Guideline yang juga digunakan di Tottenham Hotspurs Stadium.