Presiden Asosiasi Sepak Bola Dunia Internasional atau FIFA Gianni Infantino dikabarkan tiba di Jakarta untuk membongkar semua kebusukan Jakarta International Stadium (JIS) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Kanal YouTube PAKDE TV menjadi yang pertama memberitakan kabar tersebut dalam sebuah video berjudul "Presiden FIFA Tiba Diistana, Anies Makin Malu Pasca Semuanya Terbongkar!!!".
Akun yang memiliki 614 ribu subscribers itu juga merekayasa gambar pada thumbnail dengan keterangan, "PRESIDEN FIFA TIBA DI JAKARTA, SEMUA KEBUSUKAN STADION JIS DISAMPAIKAN KE JOKOWI".
Tampak Gianni Infantino sedang berbincang dengan Jokowi di sebuah ruangan. Hingga kini, video itu telah ditonton sebanyak lebih dari 10 ribu penayangan.
Lantas, benarkah Presiden FIFA datang ke Jakarta hanya untuk menyampaikan kebusukan JIS warisan Anies Baswedan kepada Jokowi?
CEK FAKTA:
Setelah menonton video berdurasi 10 menit 7 detik di atas, klaim yang menyebutkan bahwa Presiden FIFA tiba di Jakarta dan membongkar semua kebusukan JIS adalah informasi salah.
Narator dalam video sama sekali tidak memberikan bukti valid maupun penjelasan secara resmi terkait klaim kehadiran Presiden FIFA di Jakarta dan bertemu Jokowi.
Alih-alih memberikan pernyataan akurat, narator hanya membahas soal JIS yang belakangan semakin menuai kontroversi.
Baca Juga: Waduh! Tersiar Kabar Ponpes Islam Lebih Dekat LGBT, Efek Dipisahkannya Santriwan dan Santriwati
Di sisi lain, foto yang ditampilkan merupakan hasil rekayasa. Terbukti bahwa isi video tidak selaras dengan judul yang tertera.
KESIMPULAN:
Berdasarkan penjelasan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kabar Presiden FIFA tiba di Jakarta dan bertemu Jokowi hanya untuk membongkar kebusukan JIS adalah berita palsu atau hoaks.
Unggahan di atas dapat dikategorikan sebagai konten menyesatkan karena berisi berita bohong.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.