Presiden FIFA Gianni Infantino dikabarkan datang ke Indonesia untuk memberikan pengakuan kepada Anies Baswedan sebagai sosok pemimpin masa depan.
Pernyataan itu dilontarkan Presiden FIFA setelah mengetahui kecanggihan Jakarta International Stadium (JIS) yang diresmikan Anies Baswedan ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta.
Kanal YouTube TEROPONG ISTANA menjadi yang pertama mengunggah video berisi narasi tersebut dengan judul “PAMER KECANGGIHAN JIS !! PRESIDEN FIFA AKUI ANIES SOSOK PEMIMPIN MASA DEPAN RI || BERITA TERBARU”.
Terlihat pula sampul video tersebut bernarasikan, "Tim assesor FIFA Kunjungi Stadion JIS, Anies Pamerkan Tekhnologi Stadion Bertaraf Internasional".
PENJELASAN
Turnbackhoax.id melakukan penelusuran terkait kanal YouTube TEROPONG ISTANA yang mengunggah video dengan klaim Presiden FIFA akui Anies Baswedan sebagai sosok pemimpin masa depan usai menyaksikan kecanggihan Jakarta International Stadium (JIS).
Namun, tidak ada tidak ada tayangan Anies Baswedan pamerkan kecanggihan JIS. Dalam video juga tidak ada tayangan Presiden FIFA akui Anies sosok pemimpin masa depan Indonesia.
Selain itu, narasi dalam video justru identik dengan artikel yang diunggah oleh Media Indonesia dengan judul “PSSI Akan Usulkan JIS Jadi Salah Satu Stadion Piala Dunia U-17 2023.”
Dalam arikel yang diunggah pada 4 Juli 2023 tersebut menjelaskan tentang Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akan mengusulkan JIS ke FIFA menjadi salah satu stadion yang digunakan untuk Piala Dunia U-17 2023.
Sejumlah catatan evaluasi stadion mulai dari akses, kualitas rumput, hingga transportasi penunjang akan direnovasi oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Pemprov DKI Jakarta, PT KAI serta Jasa Marga.
KESIMPULAN
Video TEROPONG ISTANA berjudul "PAMER KECANGGIHAN JIS !! PRESIDEN FIFA AKUI ANIES SOSOK PEMIMPIN MASA DEPAN RI || BERITA TERBARU" mengandung konten yang dimanipulasi.
CATATAN REDAKSI
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email [email protected].