Nama tersebut memang mengacu pada produsen kendaraan otomotif PT Astra Honda Motor. Perusahaan itu dulu membangun taman tersebut melalui program corporate social responsibility (CSR). Ia baru berganti nama setelah adanya instruksi Anies Baswedan di 2019.
Anies yang pada saat itu mengunjungi tempat tersebut meminta warga tak lagi menyebutnya sebagai Taman Honda. Alasannya adalah demi mencerminkan pengelolaannya yang diurus oleh pemerintahan dari DKI Jakarta.
"Tidak, kami akan gunakan nama Taman Tebet. Lebih mencerminkan kenyataannya bahwa ini dikelola oleh pemerintah, didanai pemerintah, dibangun oleh pemerintah, dan dimanfaatkan oleh warga di lingkungan tempat ini," kata Anies (3/1/19).