Pengamat politik Effendi Gazali menyoroti perombakan atau reshuffle kabinet untuk posisi wakil menteri (wamen) yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Effendi meyakini bahwa Jokowi memang memiliki hak prerogatif penuh dalam memilih dan menentukan sosok pengisi jabatan tersebut. Ia tidak dapat membuka dialog apa pun tentang itu.
Namun, Effendi tidak melihat ada hal mendesak untuk presiden melakukan perombakan dalam posisi wamen tersebut lantaran tidak rasional.
"Ada nomenklatur-nomenklatur yang dibuat lalu dibiarkan kosong, ada nomenklatur-nomenklatur yang misalnya sudah lama ada tapi kemudian baru diisi maka segala rasionalitas untuk mengisi itu, di samping hak prerogatif, jika dicoba cari rasionalitasnya ke mana maka selalu akan ada dua hal," katanya, dikutip Liberte Suara, Selasa (18/7/2023).
Menurut Effendi, publik akan mencari hal-hal mendesak dalam pemilihan posisi wamen oleh presiden. Jika tidak ada, maka itu perlu dipertanyakan.
"Berbagai pihak tentu akan menanyakan 'kenapa ya ini urgent dibandingkan yang lain'," tutur Effendi.
Mantan dosen Universitas Indonesia itu menyebut apakah ketika posisi itu sudah diisi oleh orang-orang berkompeten yang ditunjuk presiden akan dapat memenuhi harapan masyarakat.
"Berapa lama mereka ini bisa bekerja untuk memenuhi harapan apa. Jadi itu bagian kan time will tell, waktu nanti yang akan menentukan," ungkapnya, menambahkan.
Jika memang ada kepentingan politik di belakangnya, lanjut Effendi, presiden sendiri lah yang akan mempertanggungjawabkan pilihannya tersebut.
Baca Juga: Apakah Benar, Seorang Ekstrover Tak Butuh Circle dan Pasangan?
"Sekali lagi itu nanti akan dipertanggungjawabkan oleh Bapak Presiden yang melakukan pemilihan itu," ujarnya.