liberte

Akses Keuangan Syariah Cuma 12,12%, OJK Didorong Tingkatkan Literasi Keuangan di Pondok Pesantren

Suara Liberte Suara.Com
Selasa, 18 Juli 2023 | 16:40 WIB
Akses Keuangan Syariah Cuma 12,12%, OJK Didorong Tingkatkan Literasi Keuangan di Pondok Pesantren
Ilustrasi Mengatur Keuangan (Pexels.com/KarolinaGrabowska)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, akses keuangan atau inklusi keuangan syariah secara nasional hanya 12,12 persen. Data ini lebih rendah dibandingkan angka inklusi keuangan secara umum yang menyentuh 85,10 persen pada 2022.

Politikus Partai Golkar Puteri Komarudin melihat ada ketimpangan dalam hal tersebut. Ia mendorong OJK untuk meningkatkan inklusi dan literasi keuangan melalui pondok pesantren atau ponpes.

“Angka-angka ini berarti bahwa berbagai produk keuangan syariah masih belum menjangkau seluruh masyarakat, dan belum sepenuhnya dipahami akan manfaat dan risikonya," kata Puteri dalam keterangannya, dikutip Liberte Suara, Selasa (18/7/2023).

"Untuk itu, saya sangat senang dengan adanya edukasi ini, karena bisa memberikan pemahaman terkait keuangan syariah bagi Bapak/Ibu pengurus pondok pesantren. Untuk kemudian, Bapak/Ibu juga bisa kembali mengedukasi para santri dan santriwatinya. Dengan begitu, kita bisa semakin mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” ujarnya.

Puteri mengapresiasi dibentuknya Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Purwakarta yang salah satu fokus programnya ialah melakukan sosialisasi meningkatkan literasi keuangan ke pesantren selama ini.

Ia melanjutkan, literasi keuangan syariah atau kemampuan memahami produk keuangan syariah di pondok pesantren hanya 9,14 persen lebih rendah dari literasi keuangan secara umum yaitu 49,68 persen.

“Alhamdulillah, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Purwakarta telah dibentuk dan dikukuhkan pada tahun 2022. Salah satu fokus program kerja TPAKD Purwakarta yaitu melakukan sosialisasi untuk meningkatkan literasi keuangan ke pesantren. Tidak hanya itu, kami juga telah dimulai yang ditandai dengan pembukaan agen laku pandai, pembukaan rekening, dan penyaluran kredit mesra,” ujar Puteri.

Diketahui, Puteri Komarudin menghadiri Kegiatan Inklusi dan Edukasi Keuangan bagi Pondok Pesantren di Kabupaten Purwakarta beberapa waktu lalu. Acara sendiri turut dihadiri oleh Bupati Kabupaten Purwakarta Anne Ratna Mustika.

Anne Ratna Mustika mengungkapkan jika pondok pesantren dan masyarakat sekitarnya memiliki peranan penting dalam memberdayakan umat serta ekonomi syariah.

Baca Juga: Macet Parah di Jalan Daan Mogot Imbas Pengerjaan Flyover, PSI Minta Pemprov DKI Evaluasi Kontraktor

“Apalagi, di Kabupaten Purwakarta sendiri pada tahun 2021 tercatat memiliki 345 pondok pesantren. Sehingga, melalui kegiatan ini diharapkan perekonomian pesantren dapat semakin berkembang dan dapat memandirikan perekonomian pesantren. Karena inklusi keuangan sangatlah strategis dalam pemberdayaan pesantren untuk meningkatkan kesejahteraan kyai, pengurus, santri, dan masyarakat sekitar pesantren,” ungkap Anne.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI