Deddy Corbuzier baru-baru ini mengenang cerita saat ayahnya Omar Sundjojo meninggal dunia. Ia mengungkap bahwa dirinya merasa diprank sebelum sang ayah dinyatakan pergi ke pangkuan Ilahi.
Pasalnya, Deddy Corbuzier sebelumnya melihat kondisi ayahnya sudah lebih membaik. Mantan pesulap itu pun cukup optimis ayahnya akan segera keluar dari rumah sakit.
"Ketika bokap gue meninggal, gue tuh ke-prank sama bokap gue," kata Deddy Corbuzier, dikutip dari YouTube miliknya pada Rabu (19/7).
Ia pun menceritakan bahwa saat itu dirinya meminta izin untuk keluar. Deddy menyebut ia akan pergi kerja padahal sebenarnya dirinya pergi ke bioskop untuk menonton film.
"Gue bilang 'Pa, Deddy pergi dulu ya. Ada kerjaan'. Gue enggak bilang mau nonton," ungkap Deddy Corbuzier.
Pria berusia 46 tahun itu pun diminta oleh sang ayah untuk datang kembali esok harinya ke rumah sakit.
"Besok datang lagi ke sini. Besok papa udah pulang lah," sebutnya sambil meniru ucapan sang ayah.
Tak ada yang sadar bahwa ucapan pulang yang dimaksud oleh ayah Deddy bukanlah pulang dari rumah sakit melainkan pulang ke pangkuan Ilahi.
Deddy sendiri juga benar-benar tak menyangka bahwa kejadian sebelum dirinya berbohong menjadi momen terakhir dirinya dengan sang ayah. Sebab, saat esok hari ayahnya telah dinyatakan meninggal dunia.
"Itu gue masih ngobrol, ketawa-ketiwi, ngangkat kaki satu. Dia ngotot sama susternya nemenin gue turun ke mobil. Mati besoknya," tutur Deddy sembari mengingat momen tersebut.
Ayah Deddy Corbuzier menghembuskan nafas terakhirnya pada 1 Januari 2007 silam. Suami Sabrina Chairunnisa itu pun mengaku butuh waktu cukup lama untuk bisa menerima kenyataan pahit itu.