Beredar video yang berisi narasi Panglima TNI dengan tegas meminta Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang dihukum mati karena terbukti mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Video dengan narasi tersebut dibagikan oleh kanal YouTube King TV News pada Senin, 17 Juli 2023 dan telah ditonton sekitar 95 ribu kali hingga berita ini ditulis.
Adapun narasi dalam video tersebut yaitu: “Dengan Tegas Panglima TNI Minta Panji Gumilang Di Hukum Mati! Terbukti Meng4nc4m Keutuhan NKRI!”
Berdasarkan penelusuran turnbackhoax.id, video tersebut berisi gabungan beberapa potongan foto yang tidak sesuai dengan judul dan deskripsi.
Salah satu foto aslinya berasal dari artikel Kompas.com yang terbit pada 23 November 2022 dengan judul “Punya Cita-cita Bangun RI Jadi Poros Maritim, Jokowi Diprediksi Pilih KSAL Jadi Panglima TNI.”
Artikel tersebut berisi informasi tentang dugaan Pengamat Militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi bahwa Presiden Joko Widodo bakal mengusulkan KSAL Laksamana Yudo Margono sebagai Panglima TNI untuk menggantikan Jenderal Andika Perkasa yang akan segera pensiun saat itu.
Foto asli lainnya yaitu berasal dari artikel Dwipa News yang terbit pada 30 Maret 2016 berjudul “Pasca Bentrokan di Minahasa Tenggara, Aparat Sita Ratusan Senjata”.
Artikel tersebut berisi informasi tentang penyitaan senjata tajam dan senjata api rakitan di rumah warga usai bentrokan warga di Desa Basaan Kabupaten Minahasa Tenggara pada Sabtu (26/03/2016).
Berdasarkan penjelasan tersebut, video bernarasi Panglima TNI dengan tegas meminta Pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang dihukum mati karena terbukti mengancam keutuhan NKRI termasuk dalam kategori konteks yang salah.
Baca Juga: Puan Bocorkan 5 Nama Bacawapres Ganjar Saat Harlah PKB, Salah Satunya Cak Imin