Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Jansen Sitindaon tak terima dengan kritikan yang datang dari Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Elite pemerintahan tersebut baru-baru ini menyentil sosok dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Luhut tidak terima bawa pemerintah melakukan penjegalan terhadap pencapresan sosok dari Anies Baswedan. Ia bahkan mengecap tuduhan yang dilontarkan partai berlambang bintang mercy ini sebagai tuduhan yang kampungan.
Hal ini memicu kemarahan dari sejumlah loyalis partai tersebut termasuk Jansen. Luhut menurutnya lebih baik fokus menjalankan tugasnya terkait investasi daripada mengurus politik. Ia mengingatkan soal tak kunjung terjadinya suntikan dari Tesla.
"Fokus saja Anda (Luhut) soal investasi, tesla dll yang jadi bidang Anda. Dimana banyak juga hasilnya yang terasa kampungan," tegasnya seperti yang dilansir pada Senin (24/7).
Lagipula Jansen menuturkan bahwa tuduhan terhadap pemerintahan tersebut bukan tanpa alasan. Upaya penjegalan tersebut juga erat dengan manuver politis yang dilakukan oleh Moeldoko.
Ia menyebut seluruh jajaran partainya selalu meminta presiden untuk turun menangani soal PK Moeldoko. Setidaknya dengan mereshuffle sosok tersebut, pemerintah akan terhindar dari tuduhan bermain politik.
"Dengan terus membiarkan “begal, copet” atau istilah lainnya yang bermakna tidak punya hak berdasarkan UU Parpol terus bekerja di kabinet, pemerintahan inilah yang sesungguhnya kampungan," jelasnya.
Sebelumnya Luhut menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo alias Jokowi tak mungkin berupaya menjegal salah satu bakal calon presiden untuk maju dalam Pemilihan Presiden 2024.
"Presiden itu bukan seperti yang dibilang Agus Yudhoyono tadi. Enggak betul sama sekali itu, saya jamin kalau itu. Saya kan perwira, kalau itu saya jamin enggak ada. Jadi enggak usah bikin bicara-bicara, kampungan itu menurut saya," kata Luhut.