Nah Lo, Elite PSI Sindir Gubernur Ogah Bangun SMA Saat Menjabat, Eh Nama Ganjar Disebut!

Suara Liberte

Selasa, 25 Juli 2023 | 07:00 WIB
Nah Lo, Elite PSI Sindir Gubernur Ogah Bangun SMA Saat Menjabat, Eh Nama Ganjar Disebut!
Bilang Ingin Lebih Dihargai, PSI Akhirnya Buka Suara Terkait Koalisi Bareng PDIP (Ist)

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Furqan AMC buka suara terkait para gubernur di Indonesia yang sedikit menambah jumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri dari tahun ke tahun selama menjabat.

Hal ini, kata Furqan, beririsan dengan tidak tertampungnya Calon Peserta Didik Baru (CPDB) yang ingin bersekolah di SMA Negeri.

“Nyaris di semua wilayah jumlah sekolah negeri terbatas. Pertambahannya dari tahun ke tahun sangat minim. Otomatis fenomena bottleneck (leher botol) akan selalu memicu kisruh setiap tahun PPDB (Peneriman Peserta Didik Baru),” kata Furqan dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Selasa (25/7/2023).

Furqan membeberkan sejumlah contoh tersebut mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), antara lain data dari provinsi-provinsi di pulau Jawa. 

Ia menyebut, Gubernur Khofifah Indar Parawansan belum satu pun membangun SMA Negeri baru di Jawa Timur. Dari awal Khafifah dilantik menjadi Gubernur tahun 2019 sampai sekarang jumlah SMA Negeri di Jawa Timur stagnan di angka 423 unit. 

"Kondisi serupa juga terjadi di Provinsi DIY yang dipimpin Gubernur Hamengkubuwono X. Jumlah SMA Negeri di DIY stagnan di angka 69 unit selama 5 tahun terakhir,” ungkap Furqan.

Di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar Pranowo hanya membangun sebuah SMA Negeri Baru sehingga data per tahun ajaran 2022/2023 terdapat 361 unit sekolah.

"Namun jumlah ini kurang 1 (satu) unit dibandingkan akhir masa pemerintahan Ganjar Pranowo di periode pertama, yakni 362 unit,” politikus PSI itu.

Di sisi lain, Gubernur Ridwan Kamil per tahun 2023, telah menambah 19 SMA Negeri baru selama masa pemerintahannya. Artinya dari sejak Ridwan Kamil dilantik, Jawa Barat hanya memiliki 495 unit SMA Negeri kini bertambah menjadi 514 unit.

baca juga

Di Banten semasa pemerintahan Gubernur Wahidin Halim 2017-2022 hanya terbangun 4 (empat) SMA Negeri baru.

“Adapun di DKI Jakarta pada akhir pemerintahan Anis Baswedan, jumlah SMA Negeri 117 Unit. Padahal tahun ajaran 2017-2018 jumlah SMA Negeri di DKI Jakarta ada 124 unit,” ungkap Furqan lebih lanjut.

Berdasarkan data BPS, di seluruh Indonesia, selama lima tahun terakhir hanya dibangun 255 SMA Negeri baru.

Menurut Furqan, pertumbuhan jumlah SMA Negeri yang minim di berbagai provinsi tersebut membuat daya tampung untuk Calon Peserta Didik Baru (CPDB) sangat terbatas.

Sebagai contoh di DKI Jakarta daya tampung SMA tahun 2023 ini cuma 28 ribu kursi, adapun daya tampung SMK 19 ribu kursi, sementata perkiraan jumlah murid barunya mencapai 139 ribu siswa.

“Jelas saja terjadi kisruh pada saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), karena fenomena bottleneck (leher botol). Jumlah Calon Peserta Didik Baru (CPDB) tidak sebanding dengan daya tampung sekolah negeri,” pungkas Furqan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Langkah PSI Menuju Senayan Dinilai Ada yang Salah, Ternyata Ini Alasannya!

Langkah PSI Menuju Senayan Dinilai Ada yang Salah, Ternyata Ini Alasannya!

Liberte | Senin, 24 Juli 2023 | 22:10 WIB

Soal PDIP Masih Buka Ruang untuk PSI Resmikan Kerja Sama Politik Dukung Ganjar Pranowo, Chusnul Chotimah Blak-blakan Hal Ini Mestinya Direbut PSI

Soal PDIP Masih Buka Ruang untuk PSI Resmikan Kerja Sama Politik Dukung Ganjar Pranowo, Chusnul Chotimah Blak-blakan Hal Ini Mestinya Direbut PSI

Liberte | Senin, 24 Juli 2023 | 19:10 WIB

PSI Gembira Lihat Wajah Kaesang Lagi di Depok: Alhamdulillah, Billboard Mas Kaesang

PSI Gembira Lihat Wajah Kaesang Lagi di Depok: Alhamdulillah, Billboard Mas Kaesang

Liberte | Sabtu, 22 Juli 2023 | 12:02 WIB

Terkini

Hyaluronic Acid vs Ceramide: Mana yang Paling Ampuh Atasi Kulit Kering?

Hyaluronic Acid vs Ceramide: Mana yang Paling Ampuh Atasi Kulit Kering?

Lifestyle | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:31 WIB

Tepis Tuduhan Langgar HAM, Polda Metro Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo

Tepis Tuduhan Langgar HAM, Polda Metro Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo

News | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:29 WIB

Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin

Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:28 WIB

Berhenti Menormalisasi "Nabung Sulit, Checkout Mudah" Sebelum Keuanganmu Benar-Benar Habis

Berhenti Menormalisasi "Nabung Sulit, Checkout Mudah" Sebelum Keuanganmu Benar-Benar Habis

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:27 WIB

Suhu Tembus 43 Derajat Celsius, Panas Ekstrem Hantui Laga Piala Dunia

Suhu Tembus 43 Derajat Celsius, Panas Ekstrem Hantui Laga Piala Dunia

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:26 WIB

Netflix Dikabarkan Garap Serial Live-Action Persona, RPG Legendaris Atlus

Netflix Dikabarkan Garap Serial Live-Action Persona, RPG Legendaris Atlus

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:20 WIB

Gong Seung Yeon Berpeluang Bintangi Drakor Calm Lies Bersama Lee Joon Hyuk

Gong Seung Yeon Berpeluang Bintangi Drakor Calm Lies Bersama Lee Joon Hyuk

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:20 WIB

Maroko Tekuk Belanda Lewat Adu Penalti dan Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026

Maroko Tekuk Belanda Lewat Adu Penalti dan Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026

Your Say | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:16 WIB

Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?

Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?

Bisnis | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:16 WIB

Banten Media Hub 2026, Suwarjono Dorong Media Lokal Punya Unit Usaha

Banten Media Hub 2026, Suwarjono Dorong Media Lokal Punya Unit Usaha

Banten | Selasa, 30 Juni 2026 | 12:15 WIB

×