Politikus Golkar, Andi Sinulingga menyoroti era kepemimpinan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang ternyata mengubah penggunaan nama Jak Lingko menjadi Mikrotrans.
Hal tersebut ditanggapi Andi Sinulingga melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, loyalis Anies Baswedan ini menyinggung karya Anies Baswedan itu masih tetap dipakai tapi namanya diganti.
Andi Sinulingga pun menyinggung upaya terkait menghapus jejak Anies Baswedan di DKI Jakarta.
"Karya Anies di pakai, tapi namanya di ganti untuk menghapus jejak Anies," ujar Andi Sinulingga dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @AndiSinulingga, Selasa (25/7).
Lebih lanjut, Andi Sinulingga juga menilai bahwa pengubahan nama itu justru berimbas pada nama Heru Budi sendiri. Selain itu, Andi Sinulingga menyinggung anggaran yang mesti dikeluarkan lagi demi mengecat mobil dengan nama baru.
"Merubah nama Jaklingko menjadi microtrans itu Heru pikir akan efektif untuk menghapus jejak Anies di Jakarta. Justru itu mengerdilkan nama heru, plus buang2 duit untuk hapus dan ngecat mobil dengan nama baru," imbuhnya.
Sementara itu, cuitan dari Andi Sinulingga itu seraya menanggapi cuitan dari akun media sosial Twitter milik Transportasi Jakarta. Dalam cuitannya, penulisan kata JakLingko dicoret menjadi Mikrotrans.
"Gratis, Gratis, Gratisss!! cuma naik mikrotrans kemana-kemana RP 0! Sahabat TiJe, Ada rute baru beroperasi pada Senin, 24 Juli 2023 loh! Rute JAK89 Terminal Tanjung Priok - Taman Kota Intandan rute JAK90 Terminal Tanjung Priok - Rusun Kemayoran Naik mikrotrans ngga pake ribet! Tinggal tap kartu, langsungg jalan sampai tujuan," tulis akun @PT_Transjakarta.
Adapun dalam postingan tersebut, admin akun Twitter PT Transportasi Jakarta menjawab komentar warganet yang tampak tidak menyukai pengubahan nama Jak Lingko menjadi Mikrotrans.
Menurutnya, pengubahan tersebut bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perbedaan Jak Lingko dan Mikrotrans.
"Siang kak. Hal tersebut bertujuan untuk melakukan edukasi kepada masyarakat bahwa nama mikrotrans merupakan salah satu layanan Transjakarta. Sedangkan untuk nama Jaklingko merupakan sistem pembayaran terintegrasi," jawab admin akun Twitter PT Transportasi Jakarta.
Di samping itu, dilansir dari situs resminya, JakLingko merupakan sistem transportasi terintegrasi baik rute, manajemen, maupun pembayarannya. Integrasi ini meliputi bis besar, medium, dan kecil TransJakarta, juga transportasi berbasis rel seperti MRT dan LRT.
Nama Jak Lingko diambil dari dua makna kata, yaitu Jak yang berarti Jakarta dan Lingko yang bermakna jejaring atau integrasi (diambil dari sistem persawahan tanah adat di Manggarai, Nusa Tenggara Timur).
JakLingko Indonesia merupakan perusahaan patungan antara PT MRT Jakarta (Perseroda), PT Jakarta Propertindo (Perseroda), PT Transportasi Jakarta dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek.
JakLingko Indonesia mengintegrasikan sistem pembayaran, tarif dan rute di MRT), TransJakarta, LRT (Jakpro), KCI, dan Railink.
Mulai dicanangkan pada 15 Juli 2020 oleh Eks Gubernur Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan, Menteri BUMN RI dan Menteri Perhubungan RI pada seremoni penandatanganan Shareholders Agreement (SHA) oleh para pemegang saham.
Hal ini berdasarkan Pergub DKI Jakarta Nomor 63 Tahun 2020 tentang Penugasan Kepada BUMD untuk menyelenggarakan Sistem Integrasi Pembayaran Antar Moda Transportasi.
Adapun publik seringkali kali terjebak dengan penggunaan kata JakLingko dan Mikrotrans. Tak sedikit yang bisa membedakannya. Padahal, jika JakLingko merupakan sistem integrasi trasnportasi di Jakarta, mikrotrans (angkot JakLingko) adalah bagian dari integrasi JakLingko yang dapat digunakan.