Pengamat politik Rocky Gerung menduga, Presiden Joko Widodo berperan dalam gonjang-ganjing Partai Golkar yang diduga dipicu oleh pernyataan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan.
Dalam pengamatannya, Rocky meyakini pernyataan Luhut ingin menakhodai Golkar dan menggantikan posisi Ketua Umum Airlangga Hartarto sudah diorkestrasi dengan matang.
"Isu ini saya dengar enam bulan lalu bahwa Golkar itu sedang digoyang. Digoyang demi apa? Wong Airlangga baik-baik aja kok. Tentu digoyang karena kepentingan Jokowi sendiri," kata Rocky dalam kanal YouTubenya dikutip Liberte Suara, Selasa (25/7/2023).
Rocky mengatakan, Jokowi ingin memastikan bahwa dia mempunyai peralatan politik setelah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Salah satunya adalah partai politik (parpol).
Namun caranya tidak sama seperti Kepala Staf Presiden Moeldoko yang ingin mengambil paksa Partai Demokrat. Caranya melalui kader Golkar sendiri, yakni Luhut.
"Lalu diatur bahwa, oke yang paling mungkin adalah orang Golkar sendiri itu supaya enggak dianggap sebagai merampok seperti si Moeldoko, kan," tuturnya.
"Jadi, dipasanglah di situ Pak LBP. LBP di situ jadi semacam Trojan Horse atau Kuda Troya yang di dalamnya Presiden Jokowi. Ini taktik biasa dari orang yang panik kalau dia enggak punya peralatan politik," ungkap Rocky.
Presiden, kata dosen filsafat Universitas Indonesia itu, memiliki tujuan mencari rasa aman setelah lengser nanti. Caranya dengan menjadi salah seorang pemimpin parpol.
"Bahwa memang Jokowi hanya merasa aman kalau dia adalah pemimpin politik buat diri sendiri bukan hanya itu ... Dia tahu bahwa kalau dia main politik, dia mesti punya partai," jelas Rocky.
Rocky juga mengungkapkan sejumlah skenario jika Jokowi menjadi pemimpin parpol setelah masa jabatannya berakhir.
"Dia tahu kalau main partai dia masih punya kekuatan oligarki, dia tahu kalau dia main partai dia punya tokoh-tokoh yang masih loyal pada dia. Dan dia tahu bahwa kepentingan dinasti dia enggak boleh dihentikan kendati dia lengser," pungkas Rocky.