Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Said Didu menyoroti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menjelaskan alasan kelangkaan gas LPG bersubsidi di masyarakat.
Hal tersebut ditanggapi Said Didu melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Said Didu menyinggung reaksi Jokowi yang justru menyebut bahwa terkait hal itu, urusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir.
Said Didu pun mengatakan bahwa pihak yang punya tugas akan hal itu ialah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Keuangan (Keuangan). Hal ini, kata Said Didu, sesuai dengan kebijakan APBN Presiden.
"Bapak Presiden yth, yang menentukan jumlah dan harga LPG yang bersubsidi bukan Menteri BUMN, tapi oleh Menteri ESDM dan Menkeu sesuai kebijakan APBN Presiden yang ditetapkan dalam APBN setelah dibahas dengan DPR. Menteri BUMN hanya sebagai RUPS terhadap Pertamina. Kok ga tanya Ahok?," ujar Said Didu dikutip Suara Liberte dari akun Twitter pribadi miliknya @msaid_didu, Selasa (25/7).
Sementara itu, menurut Jokowi, saat ini gas yang hanya diperuntukkan masyarakat miskin itu diperebutkan oleh banyak pihak.
"LPG itu, terutama yang bersubsidi, ini memang diperebutkan di lapangan. Dan itu hanya untuk yang kurang mampu. Itu yang harus digarisbawahi," ujar Jokowi dalam keterangannya seperti disiarkan YouTube Sekretariat Presiden.
Adapun saat Jokowi ditanya penyebab pasti dari kelangkaan tersebut secara rinci, orang nomor satu di Indonesia itu menyebut hal tersebut urusan Menteri BUMN Erick Thohir. Maka, Jokowi pun menyarankan agar menanyakan perihal itu ke Erick Thohir.
"Jadi mengenai kelangkaan, nanti biar Pak BUMN yang jawab, karena ini menyangkut Pertamina di bawah beliau (Erick), ya. Tanyakan," kata Jokowi.
Dilansir dari Tempo, pada saat blusukan ke Pasar Bululawang, Jokowi memang ditemani Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Menteri BUMN Erick Thohir. Keduanya juga diajak Jokowi mengunjungi pabrik alutsista PT Pindad di Malang.
Selain melihat kelangkaan gas LPG, Jokowi juga mengecek harga kebutuhan pokok di Pasar Bululawang. Menurut Jokowi harga pangan di pasar tersangka cukup stabil.
"Saya melihat harga harga di sini sangat bagus, kaya saya melihat daging ayam bisa harganya Rp34 ribu, bawang merah juga di harga Rp26 ribu, murah sekali di sini," kata Jokowi.
Menurut Jokowi, hal ini bisa terjadi sebagian besar produksi bahan pokok tersebut berada di Kabupaten Malang. Selain itu, Jokowi menyebut harga pokok yang stabil menjadi pertanda inflasi di Kabupaten Malang terkendali dengan baik.