Kritikus Politik Faizal Assegaf memberikan pesan kepada dua bakal calon presiden yaitu Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo.
Itu karena menurutnya dua kandidat tersebut mengemis restu dan dukungan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan hal itu merupakan politik paling norak dan kampungan.
“Prabowo dan Ganjar perlu berbesar hati mengakui bahwa pendekatan mengemis restu dan dukungan dari Jokowi selaku presiden, adalah politik paling norak dan kampungan,” ujar Faizal, dikutip Suara Liberte dari akun @faizalassegaf pada Rabu (26/7/2023).
Menurutnya, tindakan partai politik yang menaungi dua kandidat bakal calon presiden tersebut yaitu PDI Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerindra secara tidak langsung telah merusak martabat partai itu sendiri.
“Tindakan bobrok itu secara langsung telah merusak martabat PDIP dan Gerindra di mata rakyat banyak. Partai yang mesti berpolitik secara mandiri, berubah menjadi benalu kekuasaan negara demi tujuan terselubung: Kecurangan jelang Pilpres.,” ujar Faizal.
Aktivis ini menyayangkan langkah dua partai politik yang gencar berebut dukungan Istana tersebut justru membuatnya tampak merendahkan diri.
“Akibat, semakin gencar berebut dukungan Istana, semakin merendahkan harga diri, kehilangan percaya diri dan merusak tatanan bernegara serta demokrasi. Stop melakoni praktek kebodohan politik tersebut!” ujar Faizal.
Sementara itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa Presiden Jokowi hanya ingin memastikan proses pergantian kepemimpinan berjalan dengan baik.
Pak Jokowi dalam kapasitas beliau sebagai presiden, hanya ingin memastikan agar proses pergantian kepemimpinan ke depan berjalan dengan baik,” ujarnya, dikutip dari Suara.com.
Baca Juga: Sejarah Piala Dunia FIFA: Tuan Rumah Pertama, Gejolak Perang Dunia II Hingga Asal Usul Trofi
Hal itu juga untuk menegaskan bahwa Presiden Jokowi tidak memberikan dukungannya kepada Prabowo Subianto. Hal tersebut disampaikannya pada Rakerdas DPD PDIP Sumatera Barat, Selasa (4/7/2023).