"Kalau didukung, mau," tegas Luhut.
Di samping itu, Luhut yang merupakan purnawirawan Jenderal Kopassus kerap mengaku tak begitu memiliki ambisi terkait jabatan menjadi Ketua Umum Partai Golkar.
Dilansir dari Viva, terkait merosotnya elektibilitas Golkar hingga 6 persen seperti pada hasil survei Indikator Politik Indonesia, yaitu 9,2 persen berdasarkan survei tatap muka, Luhut juga tak ingin menyalahkan siapa pun, termasuk Airlangga Hartarto.
Menurutnya kemerosotan elektibilitas Golkar tidak bisa hanya ditangisi. Akan tetapi harus ada ada langkah-langkah untuk memperbaiki kemerosotan itu.
"Ya memang harus ada langkah-langkah untuk memperbaiki. Enggak bisa juga kita menangisi aja. Apa langkahnya itu? Itu elit-elit golkar saja," tandasnya.