Kritikus politik Faizal Assegaf menduga Presiden Joko Widodo sengaja membenturkan para menteri di kabinetnya sendiri lantaran ada agenda politik di dalamnya.
"Teater politik kotor makin merusak citra Istana. Satu demi satu korban berjatuhan di lingkaran kekuasaan Jokowi. Para pembantu presiden terkesan diperbudak agenda politik terselubung," kata Faizal, dalam akun Twitternya, dikutip Liberte Suara, Kamis (27/7/2023).
Ia menegaskan, dari sejumlah fakta yang ada, modus politik Jokowi menjadi sorotan serius publik.
"Bahkan bukan lagi terkesan, namun fakta terungkap dari ramainya perbincangan di kalangan jurnalis independen dan rakyat yang cerdas. Modus politik intimidasi rezim Jokowi menjadi sorotan serius," cuitnya.
Intimidasi Jokowi, jelas Faizal, sudah menyasar untuk memperoleh sejumlah kepentingan. Salah satunya nasib yang akan diterima oleh lawan politiknya.
"Sejumlah menteri dan ketum partai jelang Pilpres 2024 berada dalam bayang-bayang teror dan intimidasi. Seolah wajib manut pada kepentingan politik Jokowi. Berani lawan, masuk penjara," ungkapnya.
Contohnya menurut Faizal adalah adanya isu yang menyasar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang dikaitkan dengan upaya kudeta terhadap Golkar.
"Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan sekaligus Ketum Golkar, dalam sepakan ini teraniaya dan terancam dikudeta. Serangan brutal itu muncul lantaran Airlangga diisukan bertemu Anies Baswedan," tutupnya.
Baca Juga: Duh! PDIP dan Gerindra Ternyata Dirusak Oleh Ganjar dan Prabowo Sendiri karena...