"Kesimpulanya : Jadi selama Ini kebijakan Jokowi bukan murni cita-cita partai. Mungkin masarakat bawah mulai menjadari beratnya beban hidup. Sementra kekuasaan, bergaya borjuis," ujarnya.
Selain itu, ada pula warganet yang menyinggung soal perubahan yang memang akan dilakukan Ganjar Pranowo semata-mata terkesan menjadi pro Anies Baswedan.
"Kalo perubahan untuk yg lebih baik kenapa tidak? Emang kalo perubahan itu pro Anies?," imbuh akun @joko_mar***.
Sementara itu, diketahui bahwa Ganjar Pranowo mengungkapkan hal tersebut ktika ada pernyataan soal hasil survei lembaga Australia, Utting Research, yang menunjukkan hanya 18 persen responden ingin kandidat capres melanjutkan program pemerintahan Jokowi.
"Kecuali kalau ada yang tak benar kita hentikan, kecuali ada yang tak pas, kita koreksi," kata Ganjar di Kuningan City, Jakarta, Sabtu (29/7).
Ganjar Pranowo pun kembali menegaskan walau bakal ada yang dikoreksi, program pemerintahan Jokowi tak bisa serta merta dihentikan.