Menurutnya, hal ini mulai sering dilakukan kembali jelang pesta demokrasi untuk menggaet generasi muda. Namun menurutnya mereka itu tahu mana sebenarnya ucapan belaka, mana yang merupakan janji yang bisa ditepati untuk masa depan dari Indonesia.
"Anak-anak muda itu tahu mana omongan yang berkualitas dan perlu disimak, mana yg tidak," ucapnya seperti yang dilansir dari X.com, Senin (31/7).
Andi memberikan contohnya, ia mengatakan bahwa mereka, generasi muda, tahu bahwa tak ada yang spesial dari janji-janji seputar nasionalisme, kebhinekaan dan NKRI. Semua hal itu adalah sesuatu yang turut bisa dilakukan oleh politikus lainnya di Indonesia.
"Paling bicaranya seputaran nasionalisme, kebhinekaan, NKRI doang. Hal-hal umum yang semua bisa," jelasnya simpatisan dari Anies Baswedan ini.
Oleh karenanya ia mengatakan kini mudah untuk menentukan kualitas seorang politikus maupun calon pemimpin dari Indonesia. Hal itu tinggal lihat seberapa sering ia bicara terkait jargon-jargon kebangsaan.
"Semakin rendah kualitas seorang politisi, maka semakin sering dia bicara jargon-jargon kebangsaan," tutur dari Andi.