Polisi, KPK, Kejaksaan Seharusnya Bisa Ikut Nongkrongi Proses Pemilihan Ketum Partai Imbas JK Beber Modal Rp600 M

Suara Liberte

Selasa, 01 Agustus 2023 | 09:56 WIB
Polisi, KPK, Kejaksaan Seharusnya Bisa Ikut Nongkrongi Proses Pemilihan Ketum Partai Imbas JK Beber Modal Rp600 M
Jusuf Kalla (SuaraSulsel.id/Istimewa)

Pengamat politik Burhanudin Muhtadi mengatakan proses pemilihan ketua umum partai politik bisa diawasi langsung oleh aparat penegak hukum. 

Polisi, Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Kejaksaan, kata Burhanudin, sudah seharusnya memiliki keinginan untuk masuk ke dalam proses "demokratisasi" internal kepartaian.

"Seharusnya kan ini menjadi ranah buat penegak hukum untuk masuk ke dalam so called 'demokratisasi' internal kepartaian kita. Seharusnya kalau misalnya KPK, kejaksaan, polisi punya keinginan untuk membersihkan partai kita," kata Burhanudin dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Selasa (1/8/2023).

"Mereka juga ikut nongkrongi, mengawasi, proses-proses pemilihan ketua umum partai-partai," sambungnya.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia itu menilai, parpol hanya akan menjadi wadah untuk praktik korupsi jika politik transaksional tidak ditindak oleh lembaga penegak hukum.

"Ini justru menjadi titik masuk ya buat lembaga penegak hukum untuk komit melakukan proses pengawasan monitring sekaligus yang tadi saya sebut memastikan demokratisasi internal kepercayaan kita bisa berjalan," ungkapnya.

Menurut Burhanudin langkah pengawasan lembaga penegak hukum penting demi memastikan proses demokrasi yang sehat dalam tubuh parpol terus berjalan. Apalagi ini sudah eranya reformasi yang kerap disandingkan dengan terbukanya proses demokrasi.

"Tapi sayangnya partai politik sebagai instrumen penting demokrasi seringkali gagal mendemokrasikana dirinya sendiri termasuk dalam proses pemilihan ketua umum," tutur dia.

"Harusnya kan mereka memberikan contoh kalau betul bahwa demokrasi itu tumbuh di sistem kepartaian kita," tukas Burhanudin.

baca juga

Untuk diketahui, mantan Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (JK) mengatakan modal untuk menjadi seorang ketua umum partai setidaknya membutuhkan Rp600 miliar.

"Karena Golkar itu suka ketuanya itu pimpinan negara, saya tertinggi waktu itu, ongkos hampir kecil sekali. Kalau sekarang Anda mau jadi Ketua Golkar jangan harap kalau Anda tidak punya modal 5-600 miliar," kata JK dalam sebuah paparan, dikutip Liberte Suara, Selasa (1/8/2023).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kata JK Soal Butuh Modal 600 M buat Jadi Ketum Golkar, Pertanyaannya, Ini Pengalaman Pribadi?

Kata JK Soal Butuh Modal 600 M buat Jadi Ketum Golkar, Pertanyaannya, Ini Pengalaman Pribadi?

Liberte | Selasa, 01 Agustus 2023 | 08:38 WIB

Jelang ASEAN Forum, Pemprov DKI Minta Parpol Tak Pasang Atribut di Jalan Protokol

Jelang ASEAN Forum, Pemprov DKI Minta Parpol Tak Pasang Atribut di Jalan Protokol

News | Senin, 31 Juli 2023 | 16:09 WIB

Mengobrol dengan 3 Mantan Ketumnya, Said Didu Bongkar Arah Dukungan Golkar di Pilpres 2024, Akan Dukung Siapa?

Mengobrol dengan 3 Mantan Ketumnya, Said Didu Bongkar Arah Dukungan Golkar di Pilpres 2024, Akan Dukung Siapa?

Liberte | Senin, 12 Juni 2023 | 10:18 WIB

Terkini

Ironi FIFA: Kampanye Ramah Lingkungan, Bosnya Terbang 50.000 Km dalam 66 Jam

Ironi FIFA: Kampanye Ramah Lingkungan, Bosnya Terbang 50.000 Km dalam 66 Jam

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 02:35 WIB

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

Polandia Pecahkan Rekor Suhu Tertinggi 40,5C, Gelombang Panas Eropa Bergerak ke Timur

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:23 WIB

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

Italia Siaga Gelombang Panas Ekstrem, Suhu Tembus 40 C Korban Jiwa Berjatuhan

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:19 WIB

Pyswar Ala Hajime Moriyasu, Sebut Negara Ini Lebih Hebat dari Brasil

Pyswar Ala Hajime Moriyasu, Sebut Negara Ini Lebih Hebat dari Brasil

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 02:12 WIB

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

Gempa Susulan 4,8 M Guncang Venezuela, Korban Tewas Tembus 1400 Jiwa

News | Senin, 29 Juni 2026 | 02:07 WIB

Portugal Ingin Menangkan Piala Dunia 2026 untuk Diogo Jota

Portugal Ingin Menangkan Piala Dunia 2026 untuk Diogo Jota

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 01:40 WIB

Penampakan Jari Patah Kiper Argentina Emiliano Martnez Jelang Lawan Tanjung Verde

Penampakan Jari Patah Kiper Argentina Emiliano Martnez Jelang Lawan Tanjung Verde

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 00:38 WIB

Borneo FC All Out! Dari Winger Brasil hingga Gelandang Argentina Dirumorkan Merapat

Borneo FC All Out! Dari Winger Brasil hingga Gelandang Argentina Dirumorkan Merapat

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 00:28 WIB

Harapan Bos Persija Jakarta Usai Victor Dethan Merapat ke Macan Kemayoran

Harapan Bos Persija Jakarta Usai Victor Dethan Merapat ke Macan Kemayoran

Bola | Senin, 29 Juni 2026 | 00:21 WIB

Reaksi Geram Publik Korsel Usai Timnas Voli Indonesia Cetak Sejarah di AVC Cup 2026

Reaksi Geram Publik Korsel Usai Timnas Voli Indonesia Cetak Sejarah di AVC Cup 2026

Sport | Senin, 29 Juni 2026 | 00:07 WIB

×