Pegiat media sosial Yusuf Muhammad mengomentari pernyataan Kementerian PUPR Basuki Hadimuljono yang mengatakan bahwa proyek Sodetan Kali Ciliwung memang mangkrak selama 5 tahun.
Adapun bukti yang dimaksud Basuki yaitu Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) PUPR untuk program pengendalian banjir nol rupiah karena tidak ada pembebasan lahan yang dilakukan.
Selain mandeknya proyek Sodetan Kali Ciliwung, imbas dari tidak adanya pembebasan lahan tersebut yaitu proyek normalisasi Kali Ciliwung juga mandek. Dari 33 kilometer, masih tersisa 17 kilometer yang belum dikerjakan.
Menanggapi hal itu, Yusuf mempertanyakan pendukung Anies yang mendorong mantan Gubernur DKI Jakarta itu untuk mengurus negara.
“Rekam jejak Abas amburadul kek gini nekat mau ngurus negara ? Mikir gak sih pendukungnya ?” tanya Yusuf, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @yusuf_dumdum pada Selasa (1/8/2023).
Yusuf jadi teringat perkataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan bahwa banjir bisa lebih mudah ditangani jika dia menjadi presiden.
Sayangnya, kalimat tersebut justru dipelintir oleh orang-orang yang tidak menyukai Presiden Jokowi. Padahal menurutnya maksud dari kalimat itu adalah banjir lebih mudah ditangani karena Presiden Jokowi akan bekerja sama dengan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai gubernur DKI Jakarta.
“Padahal, maksud Jokowi mengatakan 'lebih mudah mengatasi banjir' itu karena jika beliau menjadi Presiden, maka yang menjadi Gubernur DKI otomatis Ahok. Jadi ada harapan bisa kerjasama dengan baik,” ujar Yusuf.
Loyalis Presiden Jokowi ini kemudian menyimpulkan bahwa Anies tidak bisa bekerja. Sayangnya Anies justru dicalonkan sebagai calon presiden Indonesia.
Baca Juga: Mahasiswa UNS Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos, Rekan Korban Sempat Kirim Pesan Whatsapp
Sementara itu, saat diwawancarai Andy F Noya, Anies membantah proyek Sodetan Kali Ciliwung mangkrak. Ia mengatakan bahwa proyek tersebut sudah tidak berstatus saat dirinya mulai bertugas di tahun 2017.
Meski sudah diingatkan warga Kampung Bidara Cina marah dan tidak menemui Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Anies tetap menemui mereka hanya bersama satu staf tanpa membawa aparat.
“Saya bilang saya ke sini mau bicara solusi. Percaya kita bicara satu-satu sampai akhirnya proses pengukuran tanah bisa dilakukan sampai akhirnya proses pembebasan lahan bisa dilakukan,” ujar Anies di tayangan Kick Andy di Metro TV.
Anies kemudian mengatakan bahwa saat dirinya selesai bertugas di bulan Oktober 2022 lalu, proyek Sodetan Kali Ciliwung sudah selesai 50 persen.
“Nggak mungkin bisa sodetan Ciliwung selesai 50 persen kalau nggak ada pembebasan lahan, nggak ada proses bicara dengan warga, tidak ada proses pengukuran. Itu semua dikerjakan. Nah, inikan jenis pekerjaan sunyi. Pekerjaan yang ramai itu kan peresmian. Ini pekerjaan-pekerjaan yang tidak terlihat. Itu dikerjakan. Itu Bandung Bondowoso bisa begitu," jelas Anies.