Simpatisan Ganjar Pranowo, Jhon Sitorus buka suara terkait dengan anggapan bahwa ada sikap sombong alias arogan yang selalu ditunjukkan oleh PDI Perjuangan (PDIP) di Pilpres 2024.
Hal ini menyusul adanya anggapan bahwa partai yang sering dianggap sebagai barisan yang mewakili wong cilik ini ogah mengakui dukungan yang datang untuk jagoan mereka dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Menurutnya hal itu gampang dibantah lewat menilik etika politik. PSI harusnya adalah pihak yang datang berkomunikasi langsung dengan PDIP. Apalagi mereka deklarasi kader dari partai tersebut.
Inilah yang dilakukan oleh Perindo dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Hasilnya adalah kedua partai tersebut langsung dianggap sebagai bagian dari koalisi PDIP.
"Tapi, coba lihat bagaimana sikap Perindo dan PPP. Mereka datang, komunikasi, bukan sekadar cuap-cuap di medsos dan media elektronik. Susah ya begitu?" ungkapnya seperti dilansir pada Jumat (4/8).
Oleh karena itu, dirinya heran jika partai yang telah menjadi pemenang pesta demokrasi pada periode sebelumnya ini dianggap sebagai partai yang arogan.
Semua ini hanya terkait dengan etika berpolitik dalam mencalonkan sosok dari calon presiden alias capres dan calon wakil presiden alias cawapres dari partai lain.