PDI Perjuangan (PDIP) baru-baru ini melakukan pelatiahn terkait dengan penggunaan dari media sosial jelang Pilpres 2024. Hal ini dilakukan mereka di Wisma Perjuangan, Kota Batu, Sabtu (5/8/2023).
Pelatihan ini dilakukan langsung oleh Ganjar Pranowo. Bakal calon presiden ini menyuarakan bagi sesama kadernya untuk bijak menjadi warganet dalam media sosial dari Indonesia.
Selain itu, ia mendorong mereka untuk tegas menolak praktik politik identitas. Menurutnya, praktik politik identitas dapat mendorong terjadinya perpecahan dalam masyarakat.
“Jangan sampai kita membully. Kita punya cara-cara yang lebih santun. Junjung tinggi nilai kesantunan dan kebaikan, itu akan memberikan simpati yang lebih baik,” kata Ganjar, dilansir pada Senin (7/8).
Ganjar meyakini, politik santun bisa memberikan dampak yang lebih baik, sehingga masyarakat akan lebih tercerdaskan dan bisa menggunakan hak pilihnya secara rasional. Hal ini juga dilakukan untuk menunjukkan kerja-kerja positif dari PDIP.
“Kita ingin menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat. Maka pesan yang ingin kita sampaikan harus terkirim, dan terdeliver dengan baik,” tutur Ganjar.
Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menegaskan kunci utama untuk bisa meraih kemenangan selain turun gunung juga pernyampaian pesan akan kinerja dari PDIP. Ia menegaskan pesa utama dari Megawati Soekarnoputri.
“Bahwa dalam melakukan kerja-kerja politik itulah harus bisa dikemas dengan menarik dan sekreatif mungkin melalui media sosial. Sehingga bisa memikat hati dan meyakinkan masyarakat untuk memilih PDI Perjuangan,” jelas Said Abdullah.
Selain itu, ia menyebutkan bahwa melalui penguasaan media sosial juga merupakan kerja-kerja ideologis. Oleh karenanya penggunaan medsos ini sangat didorong oleh PDIP.
“Sebab melalui media sosial itulah kita bisa mencerdaskan masyarakat jauh lebih efektif. Karena jangkauan media sosial tidak terbatas oleh konsep ruang dan waktu,” papar Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu.