Pengamat politik Rocky Gerung mengungkapkan Nahdlatul Ulama (NU) kini merupakan faktor dalam politik jelang pemilihan presiden (pilpres) 2024 mendatang.
"Saya melihat NU mengambil posisi yang sangat penuh siasat hari-hari ini karena tetap NU akhirnya jadi faktor," kata Rocky, dikutip Liberte Suara, Kamis (10/8/2023), dari kanal YouTube Rocky Gerung Official.
Rocky melihat NU telah tumbuh dari sebelumnya sebagai variabel, kini merupakan faktor. Hal inilah yang membuat para calon presiden (capres) memahami kultur NU.
"Dia bukan lagi variabel, tetapi NU sebagai satu ide sejarah, ide kebudayaan, ide politik dia akhirnya tumbuh sebagai faktor," jelasnya.
"Nahdlatul Ulama ini dia punya kultur akomodatif tapi akomodatif yang menunggu momentum sebetulnya," lanjut dia.
Kultur tersebut, ujar Rocky, dapat dimasukkan dalam konteks penentuan calon wakil presiden (cawapres) dalam waktu dekat. Namun para capres tentu akan menunggu sinyal dari NU.
"Itu yang kemudian menerangkan kenapa calon-calon presiden harus menunggu semacam sinyal atau pulung dari NU itu," tutur dia.
"Momentum itu ada yaitu dalam empat bulan harus ada calon wakil presiden," sambungnya.
"NU mengerti bahwa pada akhirnya semua akan mengambil NU sebagai faktor penentu kemenangan," pungkas Rocky.
Baca Juga: NU Tumbuh Jadi Faktor Penentu dalam Politik, Rocky Gerung Ungkap Siasat Ini