Gibran Rakabuming Raka menanggapi santai survei LSI yang menempatkan dirinya sebagai bakal cawapres potensial untuk Prabowo Subianto. Gibran mengaku tidak mengikuti perkembangan hasil survei. Wali Kota Solo itu menyebut selama ini dia tidak eprnah keliling Indonesia untuk berkampanye.
Terkait hasil survei, Gibran malah menyebut bisa saja hasil surveinya salah. Saat ini di Mahkamah Konstitusi (MK) syarat umur capres-cawapres digugat. Diusulkan dari 40 tahun menjadi 35 tahun. “Saya bukan siapa-siapa. Saya tidak eprnah keliling Indonesia untuk berkampanye. Saya kan disini terus ga ngapa-ngapain. Saya pasrah. Mungkin angkanya salah. Mungkin ketukar dengan Namanya siapa nama orang lain
Sebelumnya nama Gibran menjadi kandidat terkuat sebagai cawapres Prabowo Subianto dari survei LSI Denny JA. Putra Presiden Jokowi itu mengalahkan nama besar seperti Menteri BUMN Erick Thohir dam Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.
“Terlihat Gibran Rakabuming Raka, dibandingkan 3 tokoh yang lainnya, ini Gibran di angka 66,5%. Kemudian Erick Thohir di angka 61,8%, kemudian Airlangga Hartarto 52,3% dan Muhaimin Iskandar di angka 43,1%," ujar Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa di Jakarta, kemarin.
Tak hanya disisi popularitas, nama Gibran juga paling tinggi pada sisi kesukaan bakal cawapres Prabowo. Dari sisi kesukaan terhadap Gibran sebesar 82,6%. Kemudian disusul Erick Thohir 77,1% dan Muhaimin Iskandar sebesar 62%.