Pengamat politik Rocky Gerung menyebut ada dua hal yang seharusnya membuat PDI Perjuangan memahami Presiden Joko Widodo jelang pemilihan presiden (pilpres) 2024.
"Jadi dua hal yang mesti kita terangkan," kata Rocky, dikutip Liberte Suara, Rabu (16/8/2023), dari kanal YouTube Rocky Gerung Official.
Hal pertama, Rocky menduga Jokowi tengah memanfaatkan situasi yang tidak pasti di tengah pemilihan calon wakil presiden (cawapres) untuk Ganjar Pranowo.
Selain itu, Jokowi diduga sedang memberikan ujian pada orang-orang di bawahnya untuk melakukan seleksi mengenai ketaatan mereka.
"Pak Jokowi memanfaatkan situasi uncertainties untuk menguji ketaatan dari mereka yang menjadi bawahan dia tuh, yaitu gerbong-gerbong politik yang dia kendalikan.
Namun yang kedua adalah sinyal Jokowi, ujar Rocky, masih sangat dinantikan oleh PDIP lantaran belum terisinya kursi cawapres tersebut.
"Yang kedua PDIP menunggu sinyal resmi dari Jokowi, jadi kan konyol," lanjutnya.
Hal ini mengindikasikan Jokowi tengah mempermainkan partai besar seperti PDIP.
"Jokowi lagi mempermainkan tapi juga mendukung, sedangkan PDIP menunggu sinyal dari Jokowi," imbuhnya.
Baca Juga: Tak Menuju West Ham, Harry Maguire Kok Malah Kena Hantam Fans MU?!
Namun mantan dosen Universitas Indonesia itu berpesan PDIP harus menampilkan sikap tegas kepada publik atas situasi tersebut sehingga publik dapat memahami PDIP tetap sebagai partai politik besar di Indonesia.
"PDIP itu pro Jokowi atau dia anti Jokowi. Supaya publik mengerti bahwa PDIP punya nyali atau punya marwah atau punya ketegasan dalam urusan politik," pungkas Rocky.