Pengamat politik Rocky Gerung menilai Menteri BUMN Erick Thohir semakin menampakkan ambisi politiknya daripada fokus pada Kementerian BUMN.
Hal ini terlihat dari performa sejumlah BUMN yang telihat mengarah pada kebangkrutan. Padahal Erick dipercara oleh Presiden Joko Widodo memegang jabatan strategis tersebut.
"Pertama memang ada fakta bahwa performa BUMN, mungkin separuh BUMN itu secara akuntansi mestinya sudah di-write off karena udah bangkrut," kata Rocky, dikutip Liberte Suara, Jumat (18/8/2023).
BUMN pada hakikatnya, ujar Rocky, merupakan kekayaan milik negara yang dapat memberikan dan menghasilkan kesejahteraan untuk rakyat.
"BUMN itu dirancang sedemikian rupa supaya bisa justru menghasilkan kesejahteraan bagi rakyat. Itu artinya BUMN adalah kekayaan milik negara," ujarnya.
Namun dalam perkembangannya, Erick tampak lebih memilih jalur politik padahal urusan menyejahterakan masyarakat melalui BUMN adalah prioritasnya.
"Tetapi sinyal yang lebih kuat adalah Erick Thohir ini kan punya ambisi politik," imbuhnya.
Bahkan, menurut Rocky, Erick justru menciptakan musuh dari langkah politik yang diciptakannya sendiri. Terlebih ada sejumlah pihak yang mulai menganggap Erick berbahaya.
"Kita mesti lihat gejala, Erick Thohir makin lama makin banyak musuh di dalam selimut," tuturnya.
Baca Juga: Jubir Partai Garuda Kasihan Sama Ganjar, Kembali Lagi Direndahkan PDIP
"Yaitu dilemanya begitu. Berupaya untuk jadi wakil presiden tetapi mereka yang ada di lingkungan Pak Erick juga menganggap 'ini bahaya juga nih orang'," pungkas dia.