Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menilai ada kekurangan fasilitas pendukung Stadion Manahan, Surakarta, Jawa Tengah yang bakal menggelar laga Piala Dunia U-17 akhir tahun ini. Masukan itu terungkap setelah FIFA melakukan inspeksi ke Stadion Manahan, kemarin.
Manahan menggelar laga penyisihan, partai final, serta penutupan Piala Dunia U-17, November-Desember tahun ini. “Soal Stadion Manahan tinggal fasilitas saja, kalau arena pertandingan sepak bola Piala Dunia U-17 tidak ada masalah dari FIFA,” Kata Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Solo Rini Kusumandari.
Tim FIFA beranggotakan 15 orang berasal dari bidang manajemen, keamanan, pemasaran, dan media center serta informasi dan teknologi (IT). FIFA menyoroti soal railing (pagar pembatas) di depan ruang VIP yang diminta untuk dipotong karena mengganggu pemandangan.
Kedua, masih kurangnya sejumlah furnitur dan perabotan. Khusus furniture menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Surakarta, tetapi untuk yang fisik tanggung jawab dari Kementrian PU-Pera. Selain itu penambahan platform kamera di tribun menjadi tugas Kementrian PU-Pera.
“Lalu penambahan platform kamera di tribun. Itu jadi tugasnya Kemen PUPR. Jadi yang menempel di bangunan itu dari Kementerian PUPR. Kami pemerintah kota menganggarkan untuk furnitur dan platform kamera di media center ruang konferensi pers,” sebutnya.
FIFA juga meminta agar ada dua security server masing-masing terletak di Stadion Manahan dan dekat kantor Manahan. Server kantor dengan stadion juga diminta agar disatukan sehingga dapat dipantau melalui pusat dan lebih efisien operasionalnya.