Pengamat politik Refly Harun menyoroti calon presiden (capres) Koalisi Perubahan Anies Baswedan yang hampir terlambat mengumumkan calon wakil presiden (cawapres) pendampingnya.
Hal itu karena, Anies dan koalisinya hanya memiliki waktu setidaknya satu setengah bulan menuju pendaftaran resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Kalau kita bicara mengenai wakil presiden dengan waktu yang kira-kira, kalau kita hitung katakanlah Agustus sudah habis, September, kemudian Oktober kira-kira satu setengah bulan lagi sampai pendaftaran," kata Refly dalam pernyataannya, dikutip Liberte Suara, Jumat (1/9/2023).
Ia melanjutkan, langkah tersebut jelas akan merugikan Anies lantaran waktu untuk mengenalkan cawapres pendampingnya hanya empat bulan.
"Maka Sebenarnya ya agak merugikan juga, karena terlalu mepet waktunya nanti, kalau misalnya betul-betul hanya let's say misalnya yang diajukan tuh Oktober, November, Desember, Januari, Februari, jadi cuma empat bulan untuk memperkenalkan pasangan ini," pungkas Refly.