Pengamat politik Refly Harun menilai calon presiden (capres) Koalisi Perubahan Anies Baswedan memiliki keunggulan yang dibutuhkan sebagai pemimpin Indonesia berikutnya.
Namun Refly mencatat, keunggulan Anies tersebut dalam pandangan politik dapat dianggap sebagai kelemahan yang dapat dimanfaatkan lawan politiknya.
"Politik itu kelebihan bisa dianggap kekurangan, kekurangan bisa dianggap kelebihan, ya itulah politik. Anies yang pandai bernarasi pandai berpidato itu bisa dibilang sebagai kelemahan, akan dianggap pandainya berpidato saja," kata Refly, dikutip Liberte Suara, Jumat (1/9/2023).
Meski begitu, pakar hukum tata negara itu mengklaim Anies menjadi calon pemimpin lengkap yang memiliki kemampuan pidato dan pandai bekerja.
"Loh yang kita butuhkan pemimpin yang pandai berpidato, pandai bernarasi, juga pandai bekerja, kenapa kita harus dikotomikan, emang enggak ada pemimpin di Indonesia ini yang pandai kedua-duanya?" ujarnya, menambahkan.
Ia menyebut, masyarakat Indonesia tidak perlu membagi-bagi dua keunggulan yang sebenarnya terdapat pada sosok Anies.
"Ngomong pandai bekerja pandai ya, jangan jadi pandir yang paling penting," ucapnya.