Partai Demokrat yang hingga kini belum memutuskan akan berlabuh ke koalisi pengusung bakal capres Ganjar Pranowo maupun Prabowo Subianto kembali menegaskan tidak meminta kursi bakal calon wakil presiden sebagai syarat bergabung dalam koalisi.
Demokrat juga mengklaim komunikasi dengan kedua koalisi hingga kini berjalan baik. Namun Nasib koalisi partai Demokrat akan ditentukan dalam rapimnas pada 13 dan 14 Spetember mendatang.
“Pak Ganjar dan Pak Prabowo ini kan sama-sama baik bagi kami. Kita harus sadar dirilah. Kami fokus utamanya kepentingan rakyat bangsa dan negara. Kalah masalah cawapres ga ada itu. Ga ada itu ke depannya ceritanya kami mematok mas AHY harus menjadi cawapres jadi kami bergabung,” Kata Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyatakan sudah move on dari polemik duet Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar. AHY mengatakan masih akan memperjuangkan perubahan dan perbaikan.
AHY menyebut Demokrat akan bergabung dengan koalisi yang memiliki persamaan visi. “Upaya memperjuangkan perubahan dan perbaikan itu, Demokrat akan berikhtiar untuk bergabung dengan koalisi lain yang memiliki persamaan cara pandang, visi kebangsaan dan etika politik. Mari kita buka lembaran baru ke depan. Kita harus segera move on. Kami keluarga besar Partai Demokrat dengan berbesar hati menyatakan move on dan siap menyongsong peluang-peluang baik di depan,”Kata AHY.