Partai Amanat Nasional (PAN) tidak yakin pemilu presiden (pilpres) akan berlangsung dalam satu putaran. Karena pilpres diikuti lebih dari dua pasang capres dan cawapres. Dan hingga saat ini elektabilitas bacapres di sejumlah lembaga survei tidak ada yang mencapai lebih dari 50%.
“Saat ini dari hasil survei elektabilitas lembaga-lembaga survei menyatakan bahwa tidak ada bakal calon presiden yang memiliki nilai elektabilitas di atas 50%. Meskipun nanti ada pasangannya, akan sangat sulit apabila ada calon presiden yang memiliki nilai elektabilitas di atas 50%. Oleh karena itu perlu ada putaran kedua,”Kata Politisi PAN Viva Yoga Mauladi di Jakarta, kemarin.
Sebelumnya Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yakin Ganjar Pranowo menang pemilu presiden dalam satu putaran. Hasto menyebut PDI Perjuangan dan parpol pendukung Ganjar Pranowo menyiapkan strategi untuk memenangkan mantan Gubernur Jawa Tengah itu dalam satu putaran. Hasto juga menyebutkan pemilu satu putaran juga menjadi harapan rakyat.
“ Yang menentukan satu putaran atau dua putaran itu kan rakyat Indonesia. Dan tentu saja kami merumuskan target-target yang terbaik. Pada pemilu 2014 ada dua pasang calon sehingga bisa satu putaran demikian pula 2019. 2009 itu juga ada tiga pasang calon itu bisa satu putaran. 2004 kalau tidak salah lima pasangan calon itu berlangsung dua putaran. Sehingga dalam desain pemenangan kami menyiapkan satu strategi yang terbaik,” Kata Hasto di Jakarta, kemarin.