Menko Polhukam Mahfud MD angkat bicara soal pernyataan Presiden Jokowi yang mengaku punya laporan intelijen terkait semua gerak-gerik parpol menjelang pilpres 2024. Menurut Mahfud, itu wajar karena seorang kepala negara pasti punya informasi lengkap mengenai urusan politik, hukum, keamanan dan lain-lain.
Menurut Mahfud Presiden memiliki tugas memantai isu-isu hukum serta isu sensitif di tengah masyarakat sehingga wajar jika seorang Presiden mendapat laporan intelijen setiap harinya bahkan setiap saat. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu (MK) mengaku menteri juga mendapat laporan intelijen meskipun tak setiap hari seperti Presiden.
“Menteri saja punya, apalagi Presiden. Presiden lebih lengkap lagi. Kalau menteri, mungkin kalau Menko bisa bulanan itu dapat. Kalau Presiden tiap hari, pagi ini ada apa, ini ada apa, itu biasa. Punya data parpol itu biasa, sudah tahu semua," ucap Mahfud.
Mahfud mengatakan sudah semestinya seorang presiden mempunyai informasi akurat mengenai kondisi rill di tengah Masyarakat. Apalagi Indonesia bakal mengadakan pemilu di tahun depan, karena biasanya sering bertebaran informasi yang bertujuan memecah belah masyarakat.
Sebelumnya Jokowi mengaku mengetahui segala hal yang ada di dalam parpol,pembahasan, dan tujuan politik partai dalam strateginya menjelang Pemilu 2024. Jokowi mengaku bisa tahu gerak-gerik dan kemana dukungan parpol akan diberikan. Sebab dia memiliki banyak informan dari intelijen, baik yang berasal dari Polri, BIN, BAIS, TNI, atau yang lainnya.