Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji Nahdlatul Ulama (NU) karena memiliki kekuatan dan anggota yang sangat besar. Hal ini diungkap Jokowi saat menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama di Pesantren Al Hamid, Cilangkap, Jakarta, kemarin.
“Kekuatan NU ini sangat luar biasa. Jumlah anggotanya sangat banyak, sangat besar. Tersebar di seluruh tanah air Indonesia dan bahkan tersebar di berbagai negara," Kata Jokowi. Menurut Presieden, digitalisasi bisa jadi pintu masuk untuk konsolidasikan kekuatan NU baik di dalam maupun luar negeri.
”Digitalisasi bisa masuk sebagai pintu masuknya, untuk mengkonsolidasikan kekuatan NU, baik yang ada di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri," Kata dia. Sementara itu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf mengatakan PBNU tidak akan pernah meninggalkan Presiden Jokowi.
Gus Yahya mengaku selama memimpin PBNU, Jokowi selalu memberikan dukungan kepada Masyarakat. Sejumlah agenda besar PBNU, terutama mengenai kerja sama dengan kementrian dan lembaga merupakan bantuan dari Jokowi. “Sejak memulai pak Presiden tak pernah jauh-jauh dari PBNU. Senantiasa bersama PBNU sampai detik ini,”Ucap Gus Yahya.