Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjawab kritik soal dirinya memiliki data intelijen tentang informasi partai politik di pemilu mendatang. Jokowi menyatakan tidak ada yang salah soal itu. Sebagai Presiden, ia setiap hari menerima laporan data seperti itu.
Jokowi mengaku setiap hari sarapan dengan membaca data-data intelijen tentang isu politik, ekonomi, sosial termasuk tentang partai politik. Jokowi mengungkapkan data itu berasal dari Polri, BIN, BAIS, TNI, atau yang lainnya.
“Biasanya itu secara rutin mendapatkan laporan, mengenai yang berkaitan dengan politik, ekonomi, sosial. Selalu mendapatkan informasi itu. Itu makanan sehari-hari saya,”Ucap Jokowi. Sebelumnya Jokowi mengaku mengetahui segala hal yang ada di dalam parpol,pembahasan, dan tujuan politik partai dalam strateginya menjelang Pemilu 2024.
Jokowi mengaku bisa tahu gerak-gerik dan kemana dukungan parpol akan diberikan. Sebab dia memiliki banyak informan dari intelijen. Menurut Menko Polhukam Mahfud MD , hal itu wajar karena seorang kepala negara pasti punya informasi lengkap mengenai urusan politik, hukum, keamanan dan lain-lain.
Menurut Mahfud Presiden memiliki tugas memantai isu-isu hukum serta isu sensitif di tengah masyarakat sehingga wajar jika seorang Presiden mendapat laporan intelijen setiap harinya bahkan setiap saat