Haji Faisal, ayah Fuji diketahui memang merupakan seorang pedagang. Ia memiliki toko tekstil di Tanah Abang yang menjadi sumber penghasilannya selama bertahun-tahun.
Pekerjaan itu pun masih senantiasa ia jalani meski saat ini anak-anaknya sudah terkenal dan menjadi publik figur. Sayangnya, belum lama ini Haji Faisal mengeluhkan mengenai kondisi dagangannya.
Ayah Fuji mengungkap bahwa keadaan tokonya di Pasar Tanah Abang benar-benar telah menurun drastis.
"Jadi Tanah Abang itu memang sekarang sepi, sebenarnya sepi pasar Tanah Abang itu sejak Covid-19, jadi trennya itu semenjak itu turun," ungkapnya, dikutip dari tayangan YouTube Grid ID.
"Ya otomatis orang dagang grosir bahan seperti saya dan teman-teman saya itu kena imbasnya karena sistem kami di Tanah Abang ini menjual kepada pedagang yang jual baju jadi di kios bagian dalam, yang menjual baju jadi dengan sistem kredit sebagian," tambahnya.
Akibat hal itu, ia pun harus bersabar menanti modalnya bisa kembali lantaran pembayaran yang menunggak.
"Jadi kami jual dengan waktu seumpama satu setengah bulan, satu bulan, baru pembayaran dari orang-orang yang sudah jadi langganan kami," sebutnya.
"Terus dengan kondisi seperti sekarang kadang laris, kadang nggak, itu risikonya macet pembayaran. Jadi yang berasa risikonya kita yang dagang grosir ini terhambat pembayarannya," imbuhnya.
Selain Haji Faisal, banyak pedagang lainnya di Tanah Abang yang juga merasakan hal serupa. Ini pulalah yang akhirnya membuat pemerintah belakangan berencana menghapus salah satu e-commerce. Pasalnya, hal itu dinilai jadi salah satu penyebab toko offline seperti Tanah Abang menjadi sepi pembeli.
Baca Juga: Nganggur Usai Dipenjara, Ferry Irawan Kini Dipekerjakan oleh Sunan Kalijaga, Ternyata Tak Digaji?