Array

Studi: Sperma Bisa Stres Juga

Ririn Indriani Suara.Com
Rabu, 16 April 2014 | 12:44 WIB
Studi: Sperma Bisa Stres Juga
Ilustrasi sperma. (sumber: bubblews.com)

Suara.com - Seorang ayah tidak hanya lulus kualitasnya melalui gen yang terdapat dalam tubuh anaknya, tetapi dia mungkin juga telah benar-benar melewati beberapa stres.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa stres mengubah ekspresi RNA kecil yang terdapat dalam sperma dan menyebabkan depresi perilaku dalam generasi berikutnya (anak-anaknya).

RNA yang disebut juga asam ribonukleat adalah satu dari tiga makromolekul utama (bersama dengan DNA dan protein) yang berperan penting dalam segala bentuk kehidupan. Asam ribonukleat berperan sebagai pembawa bahan genetik dan memainkan peran utama dalam ekspresi genetik.

Dalam penelitian laboratorium, seperti dilansir dari Zeenews, para ilmuwan menemukan bahwa stres pada awal kehidupan mengubah produksi RNA kecil yang disebut microRNAs dalam sperma tikus.

Tikus menunjukkan perilaku depresi yang berlangsung di keturunan mereka yang juga menunjukkan gangguan metabolisme.

"Ayah memiliki peran yang jauh lebih besar daripada hanya memberikan gen," kata Isabelle Mansuy ahli saraf dari University of Zurich, Swiss.

Mansuy dan rekan-rekannya secara berkala memisahkan tikus betina dari anak-anaknya dan terlihat sang induk dalam situasi stres.

Pemisahan ini terjadi setiap hari tetapi pada waktu yang tidak menentu, sehingga sang induk tidak bisa menghibur anaknya dengan cara memeluknya sebelum pemisahan itu dilakukan.

Ketika melakukan cara ini, anak tikus jantan menunjukkan perilaku depresi dan cenderung meremehkan risiko. Tak hanya itu, sperma mereka juga menunjukkan ekspresi abnormal yang tinggi dari lima microRNAs . Salah satunya, Mir - 375 yang dikaitkan dengan stres dan regulasi metabolisme.

Mansuy dan timnya kini sedang meneliti lebih lnjut apakah biomarker microRNA yang sama terjadi pada orang yang terkena peristiwa traumatik - atau pada anak-anaknya.

"Jika beberapa diubah terus-menerus dalam darah, maka mereka dapat digunakan sebagai penanda untuk kerentanan terhadap stres atau untuk mengembangkan gangguan kejiwaan," kata dia dalam studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Neuroscience .

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI