Kisah Para 'Petani' di Belantara Jakarta

Esti Utami

Jum'at, 01 Agustus 2014 | 13:38 WIB
Kisah Para 'Petani' di Belantara Jakarta
Sepetak kebun milik Komunitas Jakarta Berkebun (suara.com/Dinda Rachmawati)

Suara.com - Lahan kosong seluas hampir 100 meter persegi, di tengah permukiman elit Casa Goya di kawasan Kebon Jeruk Jakarta Barat itu tampak hijau oleh berbagai tanaman sayuran. Sejumlah rumah yang belum selesai dibangun, mengapit kebun mungil itu.

Ditingkahi angin sepoi, belasan orang tampak tekun merawat tanaman terung, jeruk santang, jeruk bali, jeruk limau, cabai, pakcoy. Ada yang sedang mencabuti rumput, menyiram atau  menggemburkan tanah.  Salah satunya asyik memanen pakcoy.

Itulah kegiatan rutin mingguan para pecinta tanaman di Ibukota, yang bergabung dalam Komunitas Jakarta Berkebun! Komunitas Jakarta Berkebun merupakan naungan dari Komunitas Indonesia Berkebun yang sudah merambah ke sekitar 27 kota dan empat kampus di Indonesia.

Komunitas ini terkenal dengan gerakan kepedulian lingkungan perkotaan melalui program urban farming. Urban farming menurut Erin Cita Rahayu, salah satu penggiat Komunitas Jakarta Berkebun, adalah upaya untuk memanfaatkan lahan tidur di kawasan perkotaan menjadi lahan pertanian atau perkebunan produktif. Dan ini dapat dilakukan oleh masyarakat sekitar.

"Kami menggunakan lahan nonproduktif atau lahan kosong yang belum dimanfaatkan. Untuk di Jakarta sendiri, kami sudah dua kali memanfaatkan lahan kosong. Yang pertama di daerah Kemayoran, dan sekarang yang sedang kami urus adalah di daerah Casa Goya, Kebon Jeruk, Jakarta Barat," ujar Erin pada suara.com beberapa waktu lalu.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Erin mengakui, cukup sulit mencari lahan  untuk bercocok tanam di Jakarta. Belum lagi kondisi cuaca yang tak menentu dan polusi yang harus diatasi ketika ingin bercocok tanam di Jakarta.  Tapi semua ini tak menyurutkan semangat anggota Komunitas ini untuk menyalurkan hobinya. Setiap minggu, anggota komunitas yang jumlahnya kurang lebih 40 orang ini, secara bergiliran meluangkan waktu untuk merawat kebun mereka.

Erin bercerita, banyak "aktivitas-aktivitas hijau" yang dibagi di sini. Mulai dari berbagi ilmu bercocok tanam, menanam bibit,  menyiram tanaman hingga menangani hasil panen.

Menurutnya ada keasyikan tersendiri ketika merawat semua tanaman ini. Bagaimana melihatnya tumbuh besar dan secara berangsur berbunga dan berbuah, dan siap dipanen. "Puas rasanya ketika melihat tanaman kita berbuah," ujar Erin sambil menyiram tanaman terung.

"Biasanya kalau sudah musim panen, kami berkumpul dan masak-masak bareng di sini. Selain itu, kita juga bisa membawa pulang hasil kebunnya. Kalau lagi banyak, kami jual atau kami bagikan ke warga sekitar juga," cerita Erin.

Tak hanya di lahan perkebunan, ternyata beberapa anggota Komunitas Jakarta Berkebun juga memiliki kebun pribadi di rumah mereka seperti Erin. Bahkan ada anggota Jakarta Berkebun yang bercocok tanam di kost-kostan mereka.

Erin mengaku, selain menyenangkan bisa melepaskan penat dari kegiatan rutin hari-hari, memiliki kebun di rumah juga bisa menghemat uang belanja dapur. Karena hampir semua tanaman yang ia tanam, bisa dimanfaatkan untuk masakan. Seperti pak coy, terong, cabai, kangkung, hingga daun singkong.

Menurut Erin, siapapun bisa berkebun di rumah masing-masing, meski lahan yang tersedia sangat terbatas.  "Kalau tidak memiliki lahan luas di rumah, bisa pakai pot, poly bag, kaleng bekas, plastik yang dilubangi. Bahkan beberapa anggota Komunitas Jakarta Berkebun yang tinggal di kost-kostan saja bisa kok bertanam," katanya.

Sebagai permulaan, lanjut Erin, tanaman kangkung adalah tanaman yang tepat untuk mencoba kegiatan bercocok tanam.  "Karena kangkung itu mudah perawatannya. tidak memerlukan perawatan ektra. 20 hari sudah bisa panen. Nanti kalau sudah berhasil, bisa lanjut yang lain. Untuk tips-tips bertanam dan tanya jawab, kami biasanya berbagi melalui twitter @JktBerkebun juga," ujar Erin. Jadi mari kita kembali berkebun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berburu Uang Kuno di Pasar Baru

Berburu Uang Kuno di Pasar Baru

Lifestyle | Jum'at, 25 Juli 2014 | 12:45 WIB

Kisah Barang Bekas dan "Giving Loving"

Kisah Barang Bekas dan "Giving Loving"

Lifestyle | Selasa, 22 Juli 2014 | 19:00 WIB

Toyota Gelar Program "Pop You Up" untuk Pemilik Avanza

Toyota Gelar Program "Pop You Up" untuk Pemilik Avanza

Otomotif | Selasa, 22 Juli 2014 | 08:09 WIB

Mengasah Kreativitas di "Kota Seni Suropati"

Mengasah Kreativitas di "Kota Seni Suropati"

Lifestyle | Jum'at, 18 Juli 2014 | 13:55 WIB

Bergaya Dengan Vespa 80 Bersama "Class of Eighties"

Bergaya Dengan Vespa 80 Bersama "Class of Eighties"

Lifestyle | Jum'at, 11 Juli 2014 | 13:10 WIB

Kisah Tiga Lelaki, dari 'Ngamen' di Jalan Sampai Bangun Institut

Kisah Tiga Lelaki, dari 'Ngamen' di Jalan Sampai Bangun Institut

Lifestyle | Sabtu, 05 Juli 2014 | 13:57 WIB

Di ICA, Para Seniman Jalanan Menggantungkan Nasibnya

Di ICA, Para Seniman Jalanan Menggantungkan Nasibnya

Lifestyle | Jum'at, 04 Juli 2014 | 21:00 WIB

Terkini

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:44 WIB

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

Rakyat Akan Marah! 470 Kepala Daerah Tak Mampu Bayar PPPK Tapi Minta Naik Gaji

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:31 WIB

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

Gunakan Uang Hasil Sikat Korupsi, Prabowo Janji Investasi Besar di Sektor Pendidikan dan Riset

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:24 WIB

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:11 WIB

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini

Lifestyle | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:09 WIB

×