Nikmati Macet Dengan Menyesap Kopi Nikmat di "Trafique"

Esti Utami

Jum'at, 08 Agustus 2014 | 10:51 WIB
Nikmati Macet Dengan Menyesap Kopi Nikmat di "Trafique"
Interior Trafique di Jalan Hang Tuah Raya, Jakarta Selatan (suara.com/Okta Wulan)

Suara.com - Ketika seorang kawan menyebut ada tempat ngopi yang enak di Jalan Hang Tuah Raya, Jakarta Selatan, maka saya pun ingin mencoba. Apalagi ketika saya tahu kafe yang masih 'saudara kandung' dengan "Yellow Truck" di Bandung itu, bisa dicapai dengan jalan kaki dari kantor saya.

"Ambiencenya keren, kopinya juga enak," katanya. Ternyata teman saya tak berlebihan.  Dari luar penampilan "Trafique Cafe" tak terlalu mencolok bahkan terkesan misterius. Fasadnya yang terkesan masif dicat warna putih bersih. Bahkan pintu masuk berwarna kuning terang yang jadi penanda, hadir tersembunyi dalam tembok yang tebal.

Satu set traffic light menyambut setiap pengunjung yang datang. Lantas sebuah pantry besar dengan beberapa mesin pembuat kopi dan beberapa set kursi rotan yang nyaman.

Sang pemilik, membiarkan dinding kafenya bebas dari aci. Bata ekspose itu dicat warna putih, kontras dengan sejumlah lukisan koleksi sang pemilik, yang menggantung di sana. Dan selebihnya adalah tempat ngopi yang asyik.

Tapi mengapa Trafique yang dipilih menjadi nama? "Karena macet itu tak selalu berarti negatif. Kita bisa menikmati kemacetan dengan ditemani secangkir kopi yang nikmat,” jelas Devina Stefani, Chief Manager Trafique kepada suara.com, Senin (4/8/2014) petang.

Tapi kesibukan lalu lintas di luar terbawa ke dalam Trafique. Ngopi di sini, sesekali telinga Anda akan mendengar deru mesin pembuat kopi ataupun alat pemanggang kopi, yang terletak di sudut depan. Plus pekerja yang hilir mudik mengepak atau menyeduh kopi, membawa kita seolah berada di sebuah pabrik kopi di masa lalu.

"Kami memang sengaja membiarkan semua ini. Bahwa di tengah kemacetan ada hal positif yang bisa dilakukan," lanjut Devina.

Sejak berdiri April lalu, nama Trafique kian menjadi buah bibir di kalangan pencinta kopi. Andalan mereka adalah kopi Arum Manis dan Dolok Sanggul. Arum Manis didatangkan dari Garut sedangkan Dolok Sanggul merupakan sebuah daerah dataran tinggi tak jauh dari Danau Toba, di Sumatera Utara.

Dua kopi pilihan ini masuk deretan 'manual brew' alias racikan khas Trafique Cafe. Uniknya, kopi ini tidak disajikan dalam cangkir, tapi dalam gelas anggur kecil. "Agar aroma dan cita rasa nangkanya tidak cepat hilang," ujar Devina.

Soal harga relatif terjangkau. 'Secangkir' manual brew misalnya dibanderol Rp 30.000. Sedangkan flat white, yang juga menjadi signature di Trafique juga dibanderol Rp 30.000.

Tak suka kopi? Trafique juga menyediakan hot chocolate, berbagai pilihan teh, dan kudapan ringan, seperti roti isi, bread roll ataupun sup krim buntut sapi. Jadi jika terjebak macet di Kebayoran, maka cobalah mampir ke Trafique Cafe.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Uniknya Menikmati Gelato di 'Laboratorium'

Uniknya Menikmati Gelato di 'Laboratorium'

Lifestyle | Rabu, 06 Agustus 2014 | 09:39 WIB

Di Sini, Mie Instan Jadi Sangat Istimewa

Di Sini, Mie Instan Jadi Sangat Istimewa

Lifestyle | Sabtu, 02 Agustus 2014 | 11:15 WIB

Asyiknya Nongkrong Sambil "Nyemil" Kerang

Asyiknya Nongkrong Sambil "Nyemil" Kerang

Lifestyle | Rabu, 23 Juli 2014 | 16:42 WIB

Es Krim Ragusa yang Legendaris

Es Krim Ragusa yang Legendaris

Lifestyle | Selasa, 01 Juli 2014 | 14:12 WIB

Yang Baru dari The Holy Crab:  Lebih "Spicy"

Yang Baru dari The Holy Crab: Lebih "Spicy"

Lifestyle | Senin, 30 Juni 2014 | 15:37 WIB

Gurihnya "Baked Rice" di Sinou

Gurihnya "Baked Rice" di Sinou

Lifestyle | Sabtu, 21 Juni 2014 | 15:36 WIB

Terkini

Pertalite Dibatasi, Motor Tetap Bebas Beli: Mobil Mewah Mulai Dipantau

Pertalite Dibatasi, Motor Tetap Bebas Beli: Mobil Mewah Mulai Dipantau

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:37 WIB

3 Anggota DPRD Diperiksa Lagi, Ini Perkembangan Kasus Lampu Jalan Palembang

3 Anggota DPRD Diperiksa Lagi, Ini Perkembangan Kasus Lampu Jalan Palembang

Sumsel | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:37 WIB

8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Kritik Aparat, Korupsi hingga Demokrasi

8 Pesan Gerakan Nurani Bangsa: Kritik Aparat, Korupsi hingga Demokrasi

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:37 WIB

Purbaya Resmi Salurkan Rp 20,5 T ke 490 Daerah, Biar Pemda Bisa Bayar Gaji PPPK

Purbaya Resmi Salurkan Rp 20,5 T ke 490 Daerah, Biar Pemda Bisa Bayar Gaji PPPK

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:36 WIB

Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat

Fakta Baru Kasus Pilot Malaysia Selundupkan Narkoba ke Indonesia, Ada Jejak Nomor Telepon Sindikat

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Bantah Sakit dan Mundur dari Jabatan, Menko PM Pratikno Naik Hardtop Pantau Karhutla Bromo

Bantah Sakit dan Mundur dari Jabatan, Menko PM Pratikno Naik Hardtop Pantau Karhutla Bromo

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:34 WIB

Karhutla 114 Hektare di Pelalawan dan Inhu, Baru Dipadamkan 22 Hektare

Karhutla 114 Hektare di Pelalawan dan Inhu, Baru Dipadamkan 22 Hektare

Riau | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:32 WIB

Menhut Raja Juli Antoni 'Ngacir' Ditanya Soal Pengembalian Uang ke KPK yang Tak Utuh

Menhut Raja Juli Antoni 'Ngacir' Ditanya Soal Pengembalian Uang ke KPK yang Tak Utuh

News | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:31 WIB

Purbaya-Bahlil Sepakat! Pembelian Pertalite Mau Dibatasi, Tanda-tanda Mau Dihapus?

Purbaya-Bahlil Sepakat! Pembelian Pertalite Mau Dibatasi, Tanda-tanda Mau Dihapus?

Bisnis | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:30 WIB

The Skull Karya Jon Klassen, Dongeng Gelap yang Justru Terasa Menggemaskan

The Skull Karya Jon Klassen, Dongeng Gelap yang Justru Terasa Menggemaskan

Your Say | Selasa, 11 Agustus 2026 | 17:30 WIB

×