Ini Penyebab Istri Rentan Mengalami Gangguan Kesehatan

Doddy Rosadi | Suara.com

Sabtu, 16 Agustus 2014 | 17:42 WIB
Ini Penyebab Istri Rentan Mengalami Gangguan Kesehatan
Ilustrasi (shutterstock)

Suara.com - Pakar kesehatan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Dr Ari F Syam mengatakan, perempuan yang dimadu atau istri yang suaminya menikah lagi, rentan mengalami gangguan kesehatan.

"Berbagai penelitian yang dilakukan di Suriah, Palestina, Turki, Yordania, Kuwait menyebutkan bahwa istri pertama akan mempunyai masalah kesehatan, keluarga dan masalah ekonomi yang lebih besar dibandingan pada perempuan dalam perkawinan monogami," ujar Ari.

Penelitian yang dilakukan pada perempuan Suriah, diketahui perempuan yang mengalami poligami mengalami penurunan kepuasan hidup dan kepuasan perkawinannya juga menurun.

"Para perempuan yang mengalami poligami akan mengalami permasalahan gangguan jiwa yang berdampak juga buat kesehatannya. Mereka lebih mudah jatuh kedalam depresi, gangguan psikosomatik, mudah mengalami kecemasan dan juga bisa mengalami paranoid,” ujarnya.

Secara umum fungsi keluarga perempuan yang mengalami poligami ternyata tidak ada perbedaan dengan perempuan monogami. Penelitian dipublikasikan di World Journal Psychiatry tahun 2013.

Penelitian lain yang dilakukan di Yordania menyebutkan perempuan yang mengalami poligami akan merasa rendah diri, menjadi tidak berharga, mengalami gangguan psikosomatik dan gangguan somatisasi.

Penelitian di Turki yang juga membandingkan kehidupan perempuan yang dipoligami dan monogami mendapatkan bahwa perempuan yang dipoligami ternyata lebih mudah mengalami gangguan kejiwaan, lebih mudah mengalami stress dibandingkan perempuan yang dipoligami.

"Berbagai penelurusan artikel ilmiah ini mendapatkan bahwa memang akhirnya para istri yang dimadu akan lebih mudah mengalami gangguan kesehatan dibandingkan dengan perempuan yang tidak dimadu," jelas dia.

Survei yang dilakukan oleh Chung dan Kim dari Universitas Yonsei Korea Selatan di Jurnal PlosOne melihat hubungan antara perkawinan dan kepuasan perkawinan dengan kesehatan, ternyata mendapatkan bahwa pasangan yang puas dalam perkawinannya akan lebih sehat dari pada seseorang yang belum menikah.

Namun, seseorang yang menikah tetapi tidak puas dengan perkawinannya ternyata mempunyai permasalahan kesehatan yang sama dengan orang yang tidak menikah.

"Hal inilah yang menghasilkan kesimpulkan bahwa kepuasan perkawinan merupakan hal yang penting untuk kesehatan dibandingkan perkawinan itu sendiri," terangnya.

Menurut Ari, poligami menjadi buah simalakama buat seseorang yang dimadu, tetap meneruskan perkawinan dan dimadu atau minta bercerai dari pada dimadu. Keputusan yang diambil sama-sama akan membawa dampak buat kesehatan mereka. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Punya 39 Istri dan 127 Anak, Lelaki Ini Paling Dicari Parpol Jelang Pemilu

Punya 39 Istri dan 127 Anak, Lelaki Ini Paling Dicari Parpol Jelang Pemilu

News | Selasa, 15 April 2014 | 13:58 WIB

Waspadai Dengkur yang Tak Biasa

Waspadai Dengkur yang Tak Biasa

Health | Kamis, 27 Maret 2014 | 11:06 WIB

Studi: Habiskan Usia Bersama Satu Istri Tidak Mustahil

Studi: Habiskan Usia Bersama Satu Istri Tidak Mustahil

Tekno | Jum'at, 21 Maret 2014 | 10:33 WIB

Terkini

Berapa Gaji Driver Green SM? Viral Karena Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Berapa Gaji Driver Green SM? Viral Karena Kecelakaan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 12:00 WIB

Daftar 19 Perjalanan Kereta yang Dibatalkan Hari Ini Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL

Daftar 19 Perjalanan Kereta yang Dibatalkan Hari Ini Imbas Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 11:59 WIB

5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau

5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 11:35 WIB

5 Rekomendasi Sunscreen yang Tidak Luntur di Cuaca Panas

5 Rekomendasi Sunscreen yang Tidak Luntur di Cuaca Panas

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:56 WIB

Kumpulan Promo Makanan Akhir April 2026: Ada Kimukatsu, CFC, hingga Subway

Kumpulan Promo Makanan Akhir April 2026: Ada Kimukatsu, CFC, hingga Subway

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:18 WIB

Sudah Lolos Administrasi? Cek Jadwal dan Tahapan Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih

Sudah Lolos Administrasi? Cek Jadwal dan Tahapan Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:14 WIB

Dari Minum Air Hangat ke Empati Nyata: Cara Baru Mendukung Perempuan Saat Menstruasi

Dari Minum Air Hangat ke Empati Nyata: Cara Baru Mendukung Perempuan Saat Menstruasi

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:02 WIB

5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian

5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 10:00 WIB

Perbedaan Dewy Finish dan Matte Finish Apa? Ini Rekomendasi Cushion Terbaik Sesuai Jenis Kulit

Perbedaan Dewy Finish dan Matte Finish Apa? Ini Rekomendasi Cushion Terbaik Sesuai Jenis Kulit

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 09:11 WIB

Dari Korea ke Indonesia: Teknik Presisi Estetika Non-Bedah Kini Hadir dengan Standar Global

Dari Korea ke Indonesia: Teknik Presisi Estetika Non-Bedah Kini Hadir dengan Standar Global

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 09:03 WIB