'Berhati Malaikat', Perempuan Tua Ini Selamatkan 264 Nyawa Manusia

Ardi Mandiri

Minggu, 24 Agustus 2014 | 15:46 WIB
'Berhati Malaikat', Perempuan Tua Ini Selamatkan 264 Nyawa Manusia
Glenn Abbasi. (Mirror)

Suara.com - Namanya Glenn Abbassi. Selintas, dia seperti perempuan 70 tahun pada umumnya: kulit keriput, rambut beruban, dan tua.

Tetapi yang sebenarnya, Glenn tidaklah sama dengan perempuan se-usianya, bahkan berbeda pula dari manusia kebanyakan di dunia.

Pantasnya, Glenn disandingkan dengan malaikat, karena memiliki kebaikan hati yang jarang dimiliki oleh manusia.

Ini bukanlah omong kosong. Karena, sepanjang hidupnya, Glenn telah menyelamatkan sebanyak 264 nyawa manusia. Luar biasa.

Bertambah luar biasa karena Glenn bukanlah pula seorang dokter. Dia hanyalah relawan sumsung tulang belakang untuk Anthony Nolan, yang rela 'berjalan' ribuan mil ke 30 negara di empat benua, hanya untuk menyelamatkan sesama manusia.

"Perjalanan saya bukan untuk mengubah dunia. Saya hanya ingin melihat kehidupan mereka menjadi lebih baik," kata perempuan yang pernah berprofesi sebagai manajer, seperti dikutip dari laman Mirror, Minggu (24/8/2014).

Glenn bercerita, ketertarikan sebagai relawan sumsum tulang belakang, diawali dari kesedihannya ketika melihat Peter Davies --bekas suaminya yang menderita anema aplastik pada 1977 silam.

Akibat penyakitnya itu, Peter pun mengembuskan napas yang terakhir pada 1980.

Ketertarikan Glenn menjadi relawan kian kuat ketika melihat aksi hebat suaminya keduanya, Eddie, 68, yang mau menyumbangkan sumsum tulang belakang untuk saudaranya.

"Dan akhirnya pada 2006 saya pun menjadi relawan sumsum tulang belakang. Setahun berselang, yakni pada Mei 2007, saya ditugaskan untuk pertama kalinya ke luar negeri. Saya membawa kembali sel tulang belakang dari Mannheim di Jerman," kata Glenn.

"Itu adalah perjalanan yang pertama dari 189 perjalanan ke Jerman. Selain Jerman saya pernah ke Kanada, Hongkong, Swedia, Belgia, Finlandia, China, dan sejumlah negara lainnya," lanjutnya.

Glenn menjelaskan bahwa sumsum tulang belakang yang hendak disumbangkan tidak boleh berada di 'luar' selama 72 jam. Karena setelah periode tersebut, sumsum tulang belakang tidak lagi laik untuk dicangkok kepada pasien penderita.

"Banyak sekali fungsi sumsum tulang belakang, di antaranya untuk kanker dan kelainan darah," ungkap Glenn.

Gadis empat tahun selamat berkat Glenn
Di antara orang yang pernah diselamatkan Glenn, muncul Miya Hulse, gadis empat tahun.

Pada usia tujuh bulan, Muya didiagnosis menderita gangguan genetik Hurler Syndrome.

Saking paranya penyakit tersebut, Miya sempat divonis tak akan bertahan hidup melampaui usia tujuh tahun.

Tapi vonis menakutkan itu sirna lantaran pada usia 15 bulan, Miya menjalani transplantasi sumsum tulang belakang hasil sumbangan seorang perempuan misterius di Jerman, yang merupakan rekan Glenn.

Berkat transplantasi itu, kini, Miya pun dapat hidup sehat dan normal.

"Itu semua berkat Glenn dan donor misterius. Jika tidak ada relawan seperti Glenn yang mampu menggugah hati donor, Miya tidak akan dapat hidup sehat seperti saat ini," kata Sarah, orangtua Miya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×