Hari Batik Nasional, 700 Perajin Batik Pecahkan Rekor MURI

Esti Utami

Kamis, 02 Oktober 2014 | 07:52 WIB
Hari Batik Nasional, 700 Perajin Batik Pecahkan Rekor MURI
Seorang perajin batik. (Antara/Saiful Bahri)

Suara.com - Sebanyak 700 perajin di sentra batik tulis Giriloyo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (2/10/2014) akan ikut kegiatan membatik terpanjang untuk memecahkan rekor MURI di Alun-alun Utara, Kota Yogyakarta,

"Keikutsertaan para perajin batik Giriloyo itu merupakan bagian dari kegiatan memecahkan rekor MURI membatik sepanjang 3.000 meter, dimana 1.000 meter di antaranya dikerjakan para perajin batik di Giriloyo," kata Ketua Paguyuban Perajin Batik Tulis Giriloyo, Nur Ahmadi di Yogyakarta.

Menurut dia, keikutsertaan perajin batik tulis Giriloyo tersebut sebagi bentuk partisipasi dan kepedulian terhadap perkembangan batik di Daerah Istimewa Yogyakarfta (DIY).

"Kegiatan yang digelar Disperindagkop DIY itu diikuti para perajin batik tulis se DIY, di antaranya pera perajin batik Giriloyo," kata Nur Ahmadi.

Ia mengharapkan kegiatan tersebut dapat membantu mempromosikan produksi batik tulis di DIY, termasuk batik tulis Giriloyo, Bantul.

"Kami selama ini berupaya terus memperluas promosi ke luar daerah, sehingga diharapkan produk kerajinan batik tulis Giriloyo dikenal masyarakat," katanya.

Selama ini, menurutnya, promosi masih terbatas hanya di wilayah DIY dan Jakarta, dengan ikut dalam pameran. Ia mengatakan promosi produk batik tulis Giriloyo biasanya dengan mengikuti pameran yang diselenggarakan Pemkab Bantul ke Jakarta.  Tetapi, menurut dia, kesempatan seperti ini jarang terjadi, karena banyaknya kelompok perajin lain yang juga mengikuti pameran.

"Selain promosi melalui pameran, kami memasarkan produk batik perajin Giriloyo secara langsung ke konsumen," katanya.

Pemasaran cara lain, menurut dia dengan menitipkan batik Giriloyo di galeri maupun toko batik di kota Yogyakarta. Ia mengatakan konsumen yang datang ke sentra kerajinan batik Giriloyo biasanya membeli produknya berupa lembaran kain maupun produk pakaian jadi berupa baju wanita maupun pria.

"Sedangkan kain batik tulis klasik yang diminati konsumen di antaranya motif Wahyu Temurun, dan Sido Mukti," katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Besok, Seluruh Menteri dan Kepala Daerah Wajib Pakai Batik

Besok, Seluruh Menteri dan Kepala Daerah Wajib Pakai Batik

News | Rabu, 01 Oktober 2014 | 17:53 WIB

Mengangkat Nilai Batik Agar Tak Sekedar Menjadi Produk Mode

Mengangkat Nilai Batik Agar Tak Sekedar Menjadi Produk Mode

Lifestyle | Sabtu, 20 September 2014 | 12:39 WIB

Ulos Sepanjang 500 Meter Ramaikan Pembukaan "Festival Danau Toba"

Ulos Sepanjang 500 Meter Ramaikan Pembukaan "Festival Danau Toba"

Lifestyle | Selasa, 16 September 2014 | 11:13 WIB

Puluhan Desainer Bakal Unjuk Kebolehan di Solo Batik Fashion

Puluhan Desainer Bakal Unjuk Kebolehan di Solo Batik Fashion

Lifestyle | Kamis, 04 September 2014 | 05:30 WIB

Terkini

Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU

Sistem AHWA Disepakati, Ribuan Muktamirin Padati Pleno Penentuan PBNU

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17 WIB

Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya

Kenali Sebelum Salah Ucap! 5 Kata Kasar dalam Bahasa Batak dan Artinya

Sumut | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:15 WIB

Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia

Saat AI dan Teknologi Digital Bisa Membuka Akses Kesehatan hingga ke Pelosok Indonesia

Health | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:08 WIB

Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?

Standar Rekrutmen Makin Tinggi, Mengapa Gaji Tak Ikut Mengimbangi?

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:05 WIB

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Eksplorasi Cita Rasa Kopi Dunia: Mengenal Karakter Unik Biji Kopi Yirgacheffe

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:03 WIB

4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil

4 Rekomendasi Cushion Travel Size Praktis Muat di Tas Kecil

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:02 WIB

Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?

Warna Lipstik Mauve vs Plum, Mana yang Cocok untuk Kulit Indonesia?

Lifestyle | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:01 WIB

Review Film Chiikawa the Movie: Misi Berbahaya Chiikawa di Pulau Duyung

Review Film Chiikawa the Movie: Misi Berbahaya Chiikawa di Pulau Duyung

Your Say | Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:00 WIB

Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik

Hendri Satrio Soroti 12 Ribu Peserta Merdeka Run: Jangan Dianggap Dukungan Politik

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:51 WIB

Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO

Bukan Tak Laku, Ini Alasan Calon Emiten Menunda IPO

Bisnis | Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:47 WIB

×