Pernikahan Massal Makin Dilirik

Esti Utami

Kamis, 16 Oktober 2014 | 13:12 WIB
Pernikahan Massal Makin Dilirik
Ilustrasi. (Shutterstock)

Suara.com - Ratusan pasang mempelai tampak beriring memasuki gedung pertemuan sambil bergandengan tangan. Di luar kerumunan orang mengelu-elukan para pasangan yang baru menikah ini.  Mempelai laki-laki mengenakan jas hitam, sementara pengantin perempuan mengenakan baju pengantin sederhana bewarna putih. Di tangan mereka setangkup bunga warna merah.

Sebuah spanduk dipasang di pintu masuk gedung tempat pasangan berbahagia mengikat janji. Bunyinya, "Berbahagialah perempuan yang bersedia menjadi pasangan."

"Siapkan tenaga dan bertepuklah keras-keras. Kita tidak menginginkan tepuk tangan babak kedua seperti pemilihan umum," kata pembawa acara kepada para tamu saat pengantin memasuki gedung.

Tidak ada acara dansa dan para tamu hanya dihibur dengan pembacaan puisi dan atraksi panggung oleh penyanyi gadis remaja. Juga tidak ketinggalan lelucon mengenai situasi politik Afghanistan yang penuh konflik.

"Kita ingin untuk menyelesaikan semuanya langsung pada putaran pertama dengan gembira, karena tidak akan ada John Kerry yang bisa mengatasi persoalan Anda nanti," katanya sambil bercanda.

Pernikahan massal itu diselenggarakan oleh Abul Fazel, seorang tokoh agama dan dermawan setempat. Dan pemandangan serupa, makin sering terlihat beberapa tahun terakhir di Afghanistan. Makin banyak pasangan muda yang cenderung  menghindari pesta mewah demi menghemat uang. Mereka memilih pernikahan massal yang berbiaya murah.

Rezim Taliban melarang pesta pernikahan saat berkuasa pada 1996 sampai 2011, tapi sejak invasi AS yang berhasil menjatuhkan mereka, acara pernikahan mewah tumbuh subur di negeri yang puluhan tahun dikoyak konflik itu.

Mobil limusin yang dihias, gedung megah, serta resepsi dengan ratusan undangan seolah menjadi sebuah hal yang wajib bagi pasangan kaya.

Resepsi pernikahan selama satu hari di sebuah gedung di Kabul saat ini berbiaya antara 10.000 sampai 20.000 dolar AS (Rp120 juta sampai Rp240 juta). Sebuah angka yang tidak sedikit bagi penduduk salah satu negara termiskin di dunia itu.

Bagi kelompok kaya yang jumlahnya sangat sedikit, biaya sebesar itu tidak menjadi masalah, tapi tidak demikian halnya dengan pasangan dari kelompok miskin dan kelas menengah. Bagi pasangan yang terpaksa menunda pernikahan karena keterbasan biaya, pernikahan massal berbiaya murah ini pun menjadi pilihan.

"Saya sudah bertunangan sejak dua tahun lalu, saya benar-benar tidak sanggup membiayai pesta pernikahan besar. Kemudian saya mendengar tentang organisasi ini di media. Saya lalu mendaftar dan hari ini menikah," kata Mujtaba Rahimi (24).

"Ini bukan pesta besar, tapi lebih kepada upacara spiritual. Saya berharap lebih banyak lagi pasangan yang menikah dengan cara seperti ini di Afghanistan," katanya.

Di Afghanistan, berlaku adat istiadat bahwa adalah pengantin laki-laki yang harus membiayai pernikahan. Fenomena kawin massal ini tentu menjadi dewa penolong bagi laki-laki Afghanistan.  (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Afghanistan Paling Tak Ramah Untuk Para Lansia

Afghanistan Paling Tak Ramah Untuk Para Lansia

Health | Rabu, 01 Oktober 2014 | 12:17 WIB

 Dua Prosesi Pernikahan Ini Adalah yang Terekstrem di Dunia

Dua Prosesi Pernikahan Ini Adalah yang Terekstrem di Dunia

Video | Selasa, 30 September 2014 | 14:59 WIB

 Prosesi Lamaran Ini Paling Romantis di Dunia

Prosesi Lamaran Ini Paling Romantis di Dunia

Video | Minggu, 28 September 2014 | 21:06 WIB

Tanggalkan Semua Ini Sebelum Menikah

Tanggalkan Semua Ini Sebelum Menikah

Lifestyle | Jum'at, 26 September 2014 | 20:19 WIB

Terkini

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

Kasus Hafalan Ad-Dhuha Berhadiah Miras di Sound Project Dilimpahkan ke Polda Metro Jaya

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:50 WIB

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di Tangerang Beraksi Saat Mabuk, Pintu Rumah Korban Tak Terkunci

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

Donald Trump Ingin 3 Periode, Bakal Tabrak Konstitusi AS?

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:43 WIB

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

Tak Ditemukan Tanda Kekerasan, Penyebab Kematian Sutrimo Masih Misteri

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:35 WIB

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

Bencana Karhutla Bukan Soal Tak Mampu, Masalahnya Ada di Komitmen

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:33 WIB

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:28 WIB

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

Korban Tolak RJ, Sidang Kasus Pengeroyokan Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Berlanjut

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Telok Abang Palembang Bukan Sekadar Tradisi Agustus, Kini Jadi Ikon Budaya Kota

Sumsel | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:26 WIB

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

Terungkap, Trik Warga Israel Bisa Lolos Masuk Bali Meski Tak Ada Hubungan Diplomatik

News | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:21 WIB

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Insanul Fahmi Terpuruk dan Jualan Sayur, Wardatina Mawa: Tapi Semua Sudah Terlambat

Entertainment | Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:20 WIB

×