Anak Terlalu Cepat Puber? Ini Cara Mengatasinya

Esti Utami, Firsta Nodia

Kamis, 11 Desember 2014 | 16:43 WIB
Anak Terlalu Cepat Puber? Ini Cara Mengatasinya
Ilustrasi masa puber (shutterstock)

Suara.com - Presenter Nadya Mulya, mengaku syok saat anaknya sudah mengetahui istilah pacaran di usia ke 5 tahun. Bahkan anak sulungnya , Nadine yang saat ini masih duduk di kelas 2 SD telah berpacaran dengan teman sekelasnya.

"Saya pernah dipanggil gurunya karena anak saya pacaran. Yang TK malah udah mengaku bahwa dia punya pacar," kata Nadya Mulya di sela acara diskusi "Tingginya Tuntutan Pendidikan pada Anak" yang dihelat Oreo di Jakarta, Kamis (11/12/2014).

Menanggapi fenomena pubertas dini ini, psikolog anak, Efnie Indiranie mengatakan  masa pubertas merupakan fase transisi dari masa kanak-kanak menuju dewasa. Di fase ini anak mengalami perubahan fisik, hormon, dan mental.

Secara umum, tanda awal pubertas yang normal mulai muncul pada anak perempuan usia 8-13 tahun, sedangkan pada anak laki-laki terjadi saat usia 9-14 tahun. Namun kini dengan semakin meningkatnya kemakmuran, masa pubertas datang lebih cepat. Dan menurutnya, ini adalah hal yang wajar. Asupan makanan yang bergizi oleh ibu hamil, ujarnya, bisa memicu perkembangan genetik pada anak.

"Sekarang kan zamannya para ibu sudah sadar untuk menjaga asupannya saat hamil. Sehingga pertumbuhan otak bayi yang dikandungnya pun lebih cepat," kata Efnie.

Efnie juga menyebut beberapa jenis makanan seperti daging yang dikonsumsi saat balita juga memiliki andil untuk merangsang hormon seks lebih cepat. Salah satu tanda pubertas dini pada anak adalah menyukai lawan jenis di usia yang terbilang dini yakni mulai 5 tahun. Selain itu, pada anak perempuan, pubertas dini juga ditandai dengan masa haid yang datang lebih cepat.

"Sekarang anak SD sudah ada yang haid. Ini merupakan suatu pertanda bahwa pubertas dini dialami oleh sebagian besar anak jaman sekarang. Nah, orangtua harus mendampingi anak untuk menjelaskan fase baru tersebut," lanjutnya.

Tapi menurut Efnie, ada cara yang bisa dilakukan untuk 'menunda' datangnya masa pubertas, yakni dengan mendorong anak untuk aktif melakukan aktivitas fisik alias berolahraga. Selain itu juga membatasi konsumsi makanan cepat saji.

"Olahraga memicu produksi hormon serotonin dan endorfin yang merupakan hormon pertumbuhan. Hormon ini akan membuat anak merasa riang dan bahagia. Aktivitas fisik pada anak juga menekan hormon seks," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Aktor Ingin Seks dan Perawat Butuh Cinta Sejati

Aktor Ingin Seks dan Perawat Butuh Cinta Sejati

Lifestyle | Kamis, 11 Desember 2014 | 15:24 WIB

6 Alasan Untuk Berkencan Dengan Mereka yang Pernah Bercerai

6 Alasan Untuk Berkencan Dengan Mereka yang Pernah Bercerai

Lifestyle | Jum'at, 05 Desember 2014 | 15:02 WIB

Ini Tandanya Cinta Anda Bertepuk Sebelah Tangan

Ini Tandanya Cinta Anda Bertepuk Sebelah Tangan

Lifestyle | Kamis, 30 Oktober 2014 | 11:29 WIB

Terkini

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Pasar Kripto Memerah, CFX10 Turun ke Level 1.005

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:13 WIB

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Apa Perbedaan Cleansing Gel dan Cleansing Foam?

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 10:10 WIB

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Timnas Indonesia Diberi Peringakatan Keras Jelang Hadapi Malaysia: Tak Boleh Lagi Monoton!

Bola | Senin, 28 September 2026 | 10:09 WIB

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Mayat Perempuan Ditemukan di Kebun Warga di Serang, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Banten | Senin, 28 September 2026 | 10:08 WIB

Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam

Kerahkan Belasan Armada Damkar, Kebakaran Hamzah Batik Malioboro Padam Setelah 3 Jam

Jogja | Senin, 28 September 2026 | 10:07 WIB

Gaji Dipotong Pajak Terus tapi Fasilitas Publik Bapuk, Negara Ngapain Aja?

Gaji Dipotong Pajak Terus tapi Fasilitas Publik Bapuk, Negara Ngapain Aja?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 10:05 WIB

Pengganti LPG 3 Kg Tak Bisa Serentak, CNG Akan Diuji Bertahap

Pengganti LPG 3 Kg Tak Bisa Serentak, CNG Akan Diuji Bertahap

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 10:03 WIB

Bhimasena Run for Whale Shark 2026 Satukan Langkah untuk Kepedulian Laut Batang

Bhimasena Run for Whale Shark 2026 Satukan Langkah untuk Kepedulian Laut Batang

Jawa Tengah | Senin, 28 September 2026 | 10:01 WIB

Injak Alquran, 2 Warga Lebak Divonis Penjara dan Wajib Sumbang Alquran ke Semua Masjid

Injak Alquran, 2 Warga Lebak Divonis Penjara dan Wajib Sumbang Alquran ke Semua Masjid

News | Senin, 28 September 2026 | 10:00 WIB

Harga Cabai Merah Keriting di Atas Rp100 Ribu/kg Hari Ini

Harga Cabai Merah Keriting di Atas Rp100 Ribu/kg Hari Ini

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 09:59 WIB

×